sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Trump Sebut AS Kuasai 65 Miliar Barel Minyak Venezuela

News editor Wahyu Dwi Anggoro
30/08/2026 06:25 WIB
Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat (AS) akan mengendalikan cadangan minyak Venezuela sebanyak 65 miliar barel.
Trump Sebut AS Kuasai 65 Miliar Barel Minyak Venezuela. (Foto: White House)
Trump Sebut AS Kuasai 65 Miliar Barel Minyak Venezuela. (Foto: White House)

IDXChannel - Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat (AS) akan mengendalikan cadangan minyak Venezuela sebanyak 65 miliar barel.

Dilansir dari BBC pada Minggu (30/8/2026),  Trump mengatakan bahwa kesepakatan tersebut akan menggandakan cadangan minyak AS.

"Ini akan secara substansial menurunkan harga bensin untuk semua warga Amerika," kata Trump di platform media sosial Truth Social.

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, menyebut kesepakatan itu akan membantu kebangkitan ekonomi negaranya.

Namun, sejumlah analis bereaksi dengan skeptis, termasuk mempertanyakan apakah kesepakatan itu akan dapat menggenjot produksi minyak Venezuela.

Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, tetapi hanya memproduksi 1,25 juta barel per hari.

Produksi minyak Venezuela jauh di bawah potensinya setelah bertahun-tahun kurangnya investasi, salah urus, dan sanksi.

Trump tidak mengungkapkan struktur perjanjian, ladang atau perusahaan yang terlibat, maupun bagaimana AS akan menjalankan kendali atas cadangan minyak tersebut.

Pengumuman Trump tersebut menyusul negosiasi selama berminggu-minggu mengenai akses jangka panjang kepada perusahaan-perusahaan AS ke sejumlah ladang minyak Venezuela.

Para pejabat Venezuela dijadwalkan menandatangani serangkaian perjanjian minggu depan yang memberikan hak eksplorasi dan produksi minyak baru kepada sejumlah perusahaan, khususnya perusahaan AS.

Trump saat ini berada di bawah tekanan untuk mengendalikan harga bensin, yang telah melonjak karena perang Iran.

Presiden sementara Venezuela mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kesepakatan tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi negaranya.

Menurut Rodriguez, kesepakatan tersebut mencakup pengembangan 17 ladang minyak strategis dengan potensi terbukti sebesar 65 miliar barel, serta investasi lebih dari USD100 miliar dan pendapatan pajak lebih dari USD209 miliar.

"Investasi ini tidak hanya akan berkontribusi pada pemulihan dan modernisasi industri kita, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi negara kita, keamanan energi di belahan bumi kita, dan keseimbangan yang lebih besar di pasar internasional," katanya. (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement