Komentar ini mengindikasikan Trump akan bersikap lebih lunak kepada Warsh soal suku bunga, dibandingkan dengan kritik bertubi-tubi yang dilayangkan oleh Gedung Putih kepada ketua The Fed terdahulu, Jerome Powell.
Warsh memulai debutnya dalam pertemuan kebijakan bulan lalu. The Fed saat itu memutuskan untuk kembali menahan suku bunga acuannya.
Banyak pihak justru memproyeksikan kenaikan suku bunga The Fed pada akhir 2026 imbas lonjakan inflasi akibat perang dengan Iran. Namun, Warsh baru-baru ini menyatakan bahwa kenaikan harga sudah mulai mereda.
Data ketenagakerjaan terbaru juga jauh lebih lemah dari perkiraan, semakin meredam potensi kenaikan suku bunga acuan. (Wahyu Dwi Anggoro)