IDXChannel - Bursa saham Asia mengawali kuartal baru dengan variatif pada Rabu (1/7/2026).
Investor mencermati perkembangan perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang kembali menghadapi hambatan, sementara pasar juga mewaspadai kemungkinan intervensi Jepang setelah yen menyentuh level terendah dalam 40 tahun terakhir.
Melansir dari Reuters, Iran pada Selasa menyatakan tidak akan bertemu dengan utusan utama AS yang telah terbang ke kawasan tersebut.
Kedua negara masih memiliki perbedaan pandangan terkait kerangka kesepakatan yang dapat membuka kembali sepenuhnya jalur pelayaran Selat Hormuz.
Pasar obligasi juga berada di bawah tekanan setelah imbal hasil surat utang pemerintah AS melonjak pada perdagangan sebelumnya.