Survei lainnya menunjukkan aktivitas manufaktur Jepang mencatat kuartal terbaik sejak 2014, didorong lonjakan pesanan baru.
STI Singapura menguat 0,16 persen dan Shanghai Composite terkerek 0,34 persen.
Sebaliknya, indeks utama Korea Selatan, KOSPI, melemah 3,07 persen setelah mencatat kenaikan luar biasa sebesar 68 persen pada kuartal II-2026 berkat lonjakan permintaan semikonduktor terkait kecerdasan buatan (AI).
Demikian pula, ASX 200 Australia tergelincir 0,43 persen.
Di Eropa, kontrak berjangka EUROSTOXX 50 dan DAX tidak banyak berubah, sementara FTSE futures turun 0,2 persen. Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq masing-masing melemah 0,1 persen setelah mencatat penguatan solid pada perdagangan sebelumnya.
Jeda kenaikan saham dinilai wajar setelah Wall Street mencatat kuartal terbaik sejak 2020.
Kinerja tersebut dipimpin oleh lonjakan 88 persen pada Philadelphia Semiconductor Index, yang mencerminkan kuatnya minat investor terhadap saham teknologi dan semikonduktor.