Pertempuran antara Arab Saudi dan Houthi kembali pecah pada pertengahan 2026 setelah sempat mereda selama empat tahun. Pekan lalu, Houthi merebut sebagian besar wilayah Yaman di sepanjang pantai Laut Merah.
AS dan Houthi sempat berhadapan beberapa tahun lalu ketika kelompok itu mengancam kapal-kapal di Laut Merah sebagai bentuk solidaritas terhadap Gaza. Keduanya kemudian menyepakati gencatan senjata pada 2025.
"Houthi berjanji kepada pemerintahan Amerika bahwa navigasi Amerika dan internasional tidak akan terpengaruh di Laut Merah, tetapi satu-satunya bahaya adalah bagi kapal-kapal Saudi atau kapal-kapal yang membawa minyak Saudi," kata Khoury.
Dalam upaya membangun dukungan rakyat melawan Houthi di kawasan tersebut, Riyadh membuat klaim yang diperdebatkan bahwa Houthi telah menembakkan drone ke dekat kota suci Makkah pada Selasa. Arab Saudi mengatakan bahwa serangan terhadap Makkah adalah garis merah.
Kepemimpinan Houthi menolak klaim tersebut sebagai kebohongan terbesar abad ini. (Wahyu Dwi Anggoro)