“Bagi Iran, waktu terus berjalan, dan mereka sebaiknya segera bertindak, CEPAT, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka. WAKTU SANGAT PENTING!” ujar Trump di Truth Social pada hari Minggu.
Hingga sekarang, kedua pihak tetap berselisih mengenai beberapa poin. Washington ingin Teheran mengakhiri ambisi nuklirnya serta menyerahkan semua uranium dan membuka kembali Selat Hormuz.
Di sisi lain, Iran menginginkan penghentian pertempuran di semua lini, kompensasi atas kerusakan perang, dan penghentian blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan dan garis pantainya. Iran juga berselisih dengan tuntutan untuk mengakhiri aktivitas nuklirnya, salah satu poin perselisihan terbesar antara kedua negara yang bertikai.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa meskipun Trump secara terbuka menolak proposal Teheran sepenuhnya, mediator Pakistan telah mengirimkan tanggapan AS dengan poin-poin korektif dan saran.
Bahkan, Kantor Berita Tasnim mengatakan AS telah setuju untuk mencabut sanksi minyak Iran di antara poin-poinnya, mengutip sumber yang dekat dengan tim negosiasi. Tasnim juga menuturkan bahwa Iran masih menganggap tuntutan AS berlebihan meskipun ada perubahan pada draf tersebut.
(kunthi fahmar sandy)