Demikian juga, gempa bumi turut menimbulkan kerusakan terhadap sejumlah infrastruktur dan fasilitas publik.
"Dan fasilitas umum yang lain sekolah, masjid, kemudian juga ada kantor pemerintah, alhamdulillah untuk jembatan-jembatan tidak ada yang rusak parah, hanya ada beberapa yang longsor ini jumlahnya 1.951 unit," ujarnya.
Sebagai informasi, BMKG mencatat 7.429 gempa bumi susulan pasca-gempa utama berkekuatan M 7,7 yang mengguncang Flores, NTT. Data tersebut merupakan hasil pemantauan hingga Rabu (26/8/2026) pukul 05.00 WIB.
“Total gempa bumi susulan 7.429, magnitudo terbesar M 6,2,” tulis BMKG dalam keterangannya.
BMKG juga mencatat, sebanyak 33 gempa susulan dengan magnitudo di atas M 5 dan 143 gempa susulan yang dirasakan masyarakat.
Terbaru, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal akibat gempa M 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 kembali bertambah. Hingga hari ke-11 penanganan bencana, total korban jiwa mencapai 103 orang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, terdapat penambahan tiga korban meninggal dibandingkan data sebelumnya.
"Saat ini, pada hari ini kami mencatat ada ketambahan tiga jiwa meninggal menjadi 103 untuk hari ini catatan kami," kata Berton dalam konferensi pers virtual, Selasa (25/8/2026).
(Dhera Arizona)