Langkah cepat ini diambil setelah Presiden Prabowo mendengar langsung kondisi warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Banyak di antara mereka telah menetap selama puluhan tahun di kawasan pinggir rel dengan fasilitas yang sangat minim.
“Menurut penyampaian warga, mereka sudah tinggal puluhan tahun di pinggir rel dengan hunian serta atap terbatas. Presiden ingin agar warga tersebut dapat dibuatkan tempat tinggal dan MCK yang layak untuk ditempati sesegera mungkin,” jelas Seskab Teddy.
Lebih dari sekadar relokasi, kebijakan ini dirancang dengan pendekatan kemanusiaan dan memastikan bahwa warga tetap dekat dengan lingkungan sosial dan sumber penghidupan mereka.
Pemerintah ingin perubahan ini tidak hanya menghadirkan tempat tinggal yang lebih aman bagi masyarakat pinggiran rek kereta api, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.
(Nadya Kurnia)