Pemerintah juga menyiagakan Klaster Pemulihan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak sekaligus menyiapkan langkah-langkah mitigasi ke depan.
Selain relokasi, pemerintah tetap mengutamakan penyelamatan jiwa dalam proses penanganan bencana. Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) masih dilakukan secara intensif mengingat puluhan warga masih dinyatakan hilang.
“Yang kami utamakan adalah penyelamatan jiwa. Oleh karena itu, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) dilakukan 24 jam non-stop karena masih sekitar 80 warga yang dalam pencarian,” kata Pratikno.
Pemerintah berharap, melalui relokasi ke wilayah yang lebih aman, warga terdampak dapat terhindar dari ancaman bencana susulan sekaligus memulai kembali kehidupan mereka dengan lebih layak dan aman.
(kunthi fahmar sandy)