Strategi peningkatan produksi dilakukan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi secara bersamaan. Intensifikasi dilakukan dengan peningkatan produktivitas melalui penggunaan benih unggul, mekanisasi pertanian, pompanisasi, serta peningkatan indeks pertanaman. Sementara itu, ekstensifikasi dilakukan melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan rawa.
Amran menyebut dua langkah utama yang menjadi pilar swasembada pangan berkelanjutan adalah deregulasi serta transformasi pertanian dari sistem tradisional menuju modern.
“Langkah kami ada dua, yakni deregulasi dan transformasi pertanian dari tradisional ke modern secara masif agar produksi nasional bisa terus meningkat,” tegasnya.
Pemerintah juga melakukan reformasi besar di sektor pertanian, antara lain dengan menerbitkan 13 Peraturan Presiden di bidang pertanian serta mencabut sekitar 500 regulasi internal yang dinilai menghambat percepatan program pertanian.
Salah satu reformasi signifikan dilakukan pada tata kelola pupuk. Jika sebelumnya distribusi pupuk melibatkan banyak regulasi dan persetujuan lintas daerah, kini mekanisme distribusi dipangkas menjadi jalur langsung dari Kementerian Pertanian ke PT Pupuk Indonesia hingga ke petani.
Kebijakan tersebut berdampak pada penurunan biaya pupuk hingga 20 persen serta peningkatan volume pupuk sekitar 700 ribu ton tanpa tambahan beban anggaran negara.
Selain deregulasi, modernisasi pertanian juga terus didorong melalui mekanisasi yang mampu meningkatkan efisiensi tenaga kerja hingga 90 persen, mempercepat proses tanam dan panen, serta meningkatkan indeks pertanaman hingga dua sampai tiga kali dalam setahun.
Efisiensi tersebut dinilai mampu menurunkan biaya produksi hingga 50 persen dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani.
Hal ini tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang saat ini mencapai 125, tertinggi sepanjang sejarah. Angka tersebut juga didukung kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram yang menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp132 triliun di tingkat petani.
“Kalau petani untung, mereka akan semangat menanam. Kalau petani semangat, produksi pasti naik. Itu kunci swasembada,” kata Amran.