Penyakit ini menyebar ke manusia dari kelelawar yang terinfeksi, atau buah yang terkontaminasi oleh kelelawar tersebut, tetapi penularan dari orang ke orang tidak mudah karena biasanya membutuhkan kontak yang lama dengan mereka yang terinfeksi.
WHO mengklasifikasikan Nipah sebagai patogen prioritas karena kurangnya vaksin atau pengobatan, tingkat kematian yang tinggi, dan kekhawatiran bahwa penyakit ini dapat bermutasi menjadi varian yang lebih mudah menular.
Dua petugas kesehatan yang terinfeksi di Bengal Barat, India pada akhir Desember sedang dirawat di rumah sakit.
India kerap melaporkan kasus virus Nipah yang sporadis. Wabah kali ini adalah yang ketujuh yang didokumentasikan di India dan yang ketiga di Bengal Barat. (Wahyu Dwi Anggoro)