AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
0.00
-100%
-17259.00
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,319
Emas
838,644 / gram

Bahas Haji 2022 Bersama DPR, Menag: Belum Ada MoU dengan Arab Saudi

SYARIAH
Widya Michella
Selasa, 30 November 2021 13:07 WIB
Dalam rapat kerja bersama komisi VIII DPR RI, Menag Yaqut Cholil Qoumas akui belum ada MoU dengan Arab Saudi terkait Ibadah Haji 1443 H/2022.
Bahas Haji 2022 Bersama DPR, Menag: Belum Ada MoU dengan Arab Saudi (Dok.MNC
Bahas Haji 2022 Bersama DPR, Menag: Belum Ada MoU dengan Arab Saudi (Dok.MNC

IDXChannel - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengakui dirinya belum membahas MoU terkait penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1443H/2022 dengan pemerintah Saudi Arabia. MoU dirasa penting dalam rangka menyepakati berbagai hal terutama besaran kuota, ketentuan-ketentuan mengenai teknis operasional haji termasuk diantaranya ketentuan mengenai pelaksanaan manasik apabila pandemi covid 19 masih berlangsung serta kebijakan protokol kesehatan (prokes) selama penyelenggaraan ibadah haji.

"Sampai saat ini kami belum mendapat undangan dari pemerintah kerajaan Saudi Arabia membahas dan penandatanganan MoU penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443H/2022M,"ucap Menag saat rapat kerja bersama komisi VIII DPR RI yang disiarkan secara daring, Selasa,(30/11/2021).

Kendati demikian, Kementerian Agama (Kemenag) lanjutnya telah melakuakn beberapa persiapan yaitu pertama, persiapan mempersiapkan rancangan kebijakan layanan untuk jamaah haji di Arab Saudi tahun 1443H yang meliputi layanan akomodasi, katering dan transportasi darat dengan berbagai skenario besaran kuota dan perkiraan kebijakan prokes di Arab Saudi seperti kapasitas maksimum jamaah di tiap kamar dan di bis.

"Selanjutnya setelah Arab Saudi memberikan izin untuk memulai persiapan penyelenggaraan ibadah haji, kami akan melakukan proses penjajakan layanan di Arab Saudi dalam rangka pemetaan awal ketersediaan kuantitas dan kualitas layanan serta estimasi besaran biaya layanan dengan para penyedia layanan akomodasi catering dan transportasi di Arab Saudi,"ujar dia.

Terkait dengan persiapan di dalam negeri, Menag Yaqut menyampaikan telah melakukan penyusunan rancangan Bipih tahun 1443H/2022M. 

Lalu pemetaan data jamaah haji juga dilakukan untuk identifikasi data jamaah haji yang sudah melunasi Bipih tahun 1441/2020 dalam rangka update data jamaah tahun 1443 H atau 2022.

"Jumlah jemaah haji reguler yang melunasi Bipih tahun 1441H sebanyak 198.371 orang. Kemudian jamaah haji reguler telah melunasi Bipih tahun 1441H dan telah mengajukan pengembalian setoran lunas sampai dengan tanggal 4 November 2021 sebanyak 2363 orang atau 1,19%,"tuturnya.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD