sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bank Muamalat Cetak Laba Bersih Rp21,3 Miliar Sepanjang 2025

Syariah editor Rahmat Fiansyah
31/03/2026 15:02 WIB
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, pionir bank syariah di Indonesia mencatat laba bersih sebesar Rp21,3 miliar pada 2025.
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, pionir bank syariah di Indonesia mencatat laba bersih sebesar Rp21,3 miliar pada 2025. (Foto: Ist)
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, pionir bank syariah di Indonesia mencatat laba bersih sebesar Rp21,3 miliar pada 2025. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, pionir bank syariah di Indonesia mencatat laba bersih sebesar Rp21,3 miliar pada 2025. Capaian tersebut meningkat 15 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp18,5 miliar.

Laba sebelum pajak Bank Muamalat tercatat sebesar Rp30,1 miliar mengacu pada laporan keuangan bank yang telah diaudit tahun 2025. Angka itu tumbuh 47 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp20,4 miliar.

Direktur Utama Bank Muamalat, Imam Teguh Saptono mengatakan, total pembiayaan Bank Muamalat sepanjang tahun lalu mencapai Rp18,5 triliun, tumbuh 10,1 persen. Pembiayaan bagi hasil mudharabah tumbuh 42,9 persen menjadi Rp543,1 miliar.

Namun, kualitas aset Bank Muamalat memburuk. Hal ini ditunjukkan dengan Rasio Pembiayaan Bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) gross yang meningkat dari 3,35 persen pada akhir 2024 menjadi 4,26 persen.

Sementara itu, Bank Muamalat mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang solid. Hingga akhir 2025, total DPK mencapai Rp45,5 triliun, meningkat 9,0 persen. Adapun total aset ikut naik sebesar 3,8 persen menjadi Rp62,3 triliun. 

"Alhamdulillah, konsolidasi bisnis yang kami lakukan telah menunjukkan hasil positif. Sejumlah indikator utama sepanjang 2025 berhasil kami jaga untuk tumbuh positif, di antaranya aset, pembiayaan, dan DPK," ujar Imam melalui keterangan resmi, Selasa (31/3/2026). 

Bank Muamalat juga memastikan permodalan yang kuat, tecermin dari rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) sebesar 26,4 persen pada Desember 2025. Angka tersebut jauh di atas ketentuan batas minimum yang ditetapkan regulator.

Sementara itu, likuiditas Bank Muamalat juga melimpah. Financing to Deposit Ratio (FDR) hingga akhir Desember 2025 mencapai 40,36 persen, dibanding akhir tahun sebelumnya yang sebesar 40,08 persen.

Menurut Imam, bank pertama murni syariah di Tanah Air ini semakin fokus menggarap segmen ritel konsumer. Produk unggulan seperti pembiayaan Solusi Emas Hijrah dan UMKM mencatat kenaikan yang signifikan. Produk pembiayaan emas melonjak 33 kali lipat menjadi Rp1,1 triliun. Jumlah rekening nasabah (number of account) juga meningkat tajam lebih dari 1.200 persen.

“Kenaikan yang signifikan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap produk Solusi Emas Hijrah. Dengan tren yang positif ini, kami optimistis pencapaiannya akan terus berlanjut di 2026 seiring masih besarnya minat dan literasi masyarakat terhadap investasi emas," kata Imam.

Dari aspek customer experience, Bank Muamalat terus melakukan optimalisasi jaringan kantor yang dimiliki. Per 31 Desember 2025, Bank Muamalat memiliki 80 Kantor Cabang Utama termasuk 1 Kantor Cabang di Kuala Lumpur, Malaysia dan 144 Kantor Cabang Pembantu.

Selain layanan tatap muka di kantor cabang, Bank Muamalat juga terus mengandalkan kanal digital sebagai bagian dari strategi peningkatan kenyamanan dan relevansi nasabah. Berbagai layanan dan informasi perbankan syariah dapat diakses melalui mobile banking Muamalat DIN, internet banking, cash management system Madina, serta jaringan ATM yang tersebar di berbagai daerah.

Jumlah pengguna Muamalat DIN mencapai lebih dari 600 ribu per Desember 2025 atau tumbuh lebih dari 6 persen dengan jumlah transaksi meningkat lebih dari 11 persen.

Imam menambahkan, secara bertahap Bank Muamalat mulai mengarahkan kinerja yang tidak hanya bertumpu pada indikator finansial, tetapi juga pada key performance indicator (KPI) berbasis maqasid syariah. Implementasinya antara lain melalui integrasi layanan zakat, infaq, sedekah dan wakaf (ZISWAF) dalam aplikasi Muamalat DIN. 

“Ke depan, Bank Muamalat memosisikan diri sebagai bank syariah yang fokus pada ekosistem haji, umrah, dan ZISWAF, dengan harapan dapat memberikan kontribusi ekonomi nyata bagi penguatan ekonomi umat,” kata Imam.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement