AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/08/16 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.36
-0.62%
-3.33
IHSG
7093.28
-0.51%
-36.00
LQ45
1005.79
-0.62%
-6.25
HSI
20040.86
-0.67%
-134.76
N225
28804.96
-0.23%
-66.82
NYSE
15794.33
-0.06%
-10.05
Kurs
HKD/IDR 190
USD/IDR 14,685
Emas
840,341 / gram

Baznas Bandung Barat Bidik Penerimaan Zakat Capai Rp500 Juta

SYARIAH
Adi Haryanto
Rabu, 20 April 2022 10:40 WIB
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bandung Barat (KBB) membidik penerimaan zakat di 2022 bisa mencapai Rp500 juta.
Baznas Bandung Barat Bidik Penerimaan Zakat Capai Rp500 Juta. (Foto: MNC Media)
Baznas Bandung Barat Bidik Penerimaan Zakat Capai Rp500 Juta. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bandung Barat (KBB) membidik penerimaan zakat di 2022 bisa mencapai Rp500 juta. Target itu merupakan angka yang realistis walaupun potensi zakat di KBB bisa saja mencapai angka miliaran rupiah.

"Ini tahun pertama kepengurusan kami, jadi targetnya tidak muluk-muluk dulu. Bisa mengelola dan menerima zakat sekitar Rp500 juta adalah target rasional," kata Ketua Baznas KBB, Iing Nurdin, Rabu (20/4/2022).

Menurutnya, capaian tersebut bisa difokuskan dalam mengcover delapan asnaf atau golongan yang disyaratkan bisa mendapatkannya. Untuk itu koordinasi dengan petugas di tingkat kecamatan, desa, DKM, hingga RW dan RT sudah dilakukan.

Terkait besaran zakat fitrah tahun ini, pihaknya telah menetapkan angka sebesar Rp30 ribu. Baznas KBB juga sudah memberikan surat edaran secara resmi terkait besaran zakat fitrah tersebut. Selain uang, zakat fitrah juga bisa diganti dengan beras 2,5 kg.

"Di KBB ada sekitar 1,5 juta wajib pajak, saya rasa masyarakat sudah paham paham bahwa mereka memiliki kewajiban tersebut," kata dia. 

Selain pengelolaan zakat, pihaknya ingin melakukan program usaha produktif dalam pemberantasan kemiskinan. Seperti melalui program Z Mart dan Z Chicken. Program itu sudah berjalan di pusat dan provinsi, sehingga bisa diadopsi di KBB. 

"Tidak ada salahnya dicoba dan disesuaikan dengan kondisi di wilayah KBB. Barangkali nanti akan ada inovasi beragam produk Z lainnya yang bisa dibuat sesuai dengan kultur masyarakat KBB," pungkasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD