Tren lonjakan minat masyarakat atas emas tersebut, menurut Benadicto, tidak hanya terjadi secara domestik, namun juga mulai terlihat di pasar internasional, di mana bank investasi global, UBS, bahkan kembali memperbarui prospek pasar komoditasnya dengan menilai bahwa harga emas masih memiliki potensi penguatan dalam jangka menengah hingga panjang.
Meski, diakui bahwa tingkat volatilitas harga dan permintaan diperkirakan masih akan tetap tinggi dalam jangka pendek, sebagai imbas dari perkembangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat.
Benadicto menjelaskan, terbentuknya tren tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan emas, yang tidak hanya dapat digunakan sebagai instrumen investasi, namun juga sekaligus sebagai bagian dari instrumen perencanaan keuangan jangka panjang.
"Emas memiliki karakteristik yang relatif stabil dalam jangka panjang, serta menjadi salah satu instrumen yang dipertimbangkan masyarakat untuk diversifikasi portofolio. Melalui Flexi Gold, kami berupaya menghadirkan akses kepemilikan emas yang lebih mudah, aman, dan sesuai prinsip syariah," ujar Benadicto.
Flexi Gold sendiri merupakan produk fasilitas pembiayaan emas berbasis syariah milik Bank Mega Syariah, yang memungkinkan nasabah memiliki emas dengan mekanisme yang sesuai prinsip syariah.