AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Dua Jamaah Umrah Positif Covid Ditolak Karantina, Berikut Tanggapan RSDC Wisma Atlet

SYARIAH
Muhammad Refi Sandi/MPI
Kamis, 27 Januari 2022 06:52 WIB
Dua jamaah umrah berinisial SM (59) dan MG (80) terkonfirmasi positif Covid-19 diduga ditolak karantina, berikut penjelasan RSDC Wisma Atlet.
Dua Jamaah Umrah Positif Covid Ditolak Karantina, Berikut Tanggapan RSDC Wisma Atlet (Dok.MNC Media)
Dua Jamaah Umrah Positif Covid Ditolak Karantina, Berikut Tanggapan RSDC Wisma Atlet (Dok.MNC Media)

IDXChannel- Dua jamaah umrah berinisial SM (59) dan MG (80) terkonfirmasi positif Covid-19 diduga ditolak karantina di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. 

Koordinator Humas RSDC Wisma Atlet Kemayoran Kolonel Mintoro Sumego pun membantah bahwa pihaknya tidak menolak. Melainkan pasien SM (59) memiliki komorbid kanker payudara dan MG (80) memerlukan pendampingan.

"Bukan ditolak bahasanya. Tapi dia punya kanker payudara (59) sesuai arahan dari Kemenkes untuk yang punya penyakit lain dirawat di rumah sakit. Yang satu lagi (80) sehingga perlu pendampingan di Wisma Atlet tidak bisa ada pendamping karena begitu banyak pasiennya yang bisa di rumah sakit definitif itu alasannya," kata Mintoro saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (26/1/2022) malam.

"Jadi bukan ditolak karena punya komorbid itu menjadi alasannya," tambahnya.

Mintoro menyebut perihal pendampingan di Wisma Atlet tidak memungkinkan. Sebab, saat ini kasus Covid-19 sedang meningkat.

"Karena pendampingan di Wisma Atlet terlalu rame jadi lebih baik dirawat dirumah sakit yang pendampingannya bisa di rumah sakit yang perawatan covidnya tidak terlalu penuh," ucapnya. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD