AALI
12150
ABBA
186
ABDA
6250
ABMM
3020
ACES
975
ACST
158
ACST-R
0
ADES
5850
ADHI
690
ADMF
8050
ADMG
180
ADRO
3100
AGAR
330
AGII
1965
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
125
AHAP
63
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
155
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
1020
AKSI
350
ALDO
895
ALKA
294
ALMI
290
ALTO
196
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
540.34
-0.54%
-2.93
IHSG
6883.42
-0.44%
-30.72
LQ45
1011.72
-0.41%
-4.21
HSI
20226.65
0.57%
+114.55
N225
26779.81
0.12%
+31.67
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
876,842 / gram

Cerita Pengusaha Travel Berangkatkan Jamaah Umrah Saat Omicron Melonjak

SYARIAH
Widya Michella
Rabu, 26 Januari 2022 10:10 WIB
Pemilik penyelenggara umrah, PT Firdaus Mulia Abadi Tour, Tri Winarto menceritakan pengalamannya di masa pandemi pada 12 Januari 2022 lalu. 
Cerita Pengusaha Travel Berangkatkan Jamaah Umrah Saat Omicron Melonjak (FOTO: MNC Media)
Cerita Pengusaha Travel Berangkatkan Jamaah Umrah Saat Omicron Melonjak (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pelaksanaan kegiatan umrah ke Tanah Suci, Arab Saudi, di kala pandemi covid-19 dan kasus Omicron yang sedang meningkat tidaklah. Pemilik penyelenggara umrah, PT Firdaus Mulia Abadi Tour, Tri Winarto menceritakan pengalamannya di masa pandemi pada 12 Januari 2022 lalu. 

"Kami terbang perdana menggunakan Garuda tanggal 12 Januari 2022 dari Jakarta- Jeddah paket 12 hari. Saya bawa jemaah kurang lebih 40 orang,"kata Tri saat dihubungi, Selasa,(25/1/2022).

Ia bersama rombongan nya sejak awal memang menggunakan sistem umrah satu pintu atau one gate policy (OGP) dimana melakukan skrining kesehatan secara terpusat di Asrama Haji Jakarta sebelum satu hari keberangkatan ke Tanah Suci.

"Iya memang harus mengikuti karantina sebelum keberangkatan untuk skrining kesehatan dan PCR. Karena hasil PCR itu digunakan untuk maskapai dan diperlihatkan ketika kita nanti landing di Madinah,"ucapnya.

Usai melakukan karantina 1x 24 jam dan dinyatakan negatif Covid-19. Mereka langsung bertolak ke Arab Saudi dari bandara Soekarno Hatta, Tangerang. 

Sesampainya di Madinah, mereka dilakukan pengecekan suhu dan diminta untuk menyerahkan bukti fisik tes PCR dengan hasil negatif. Setelah itu, mereka baru diarahkan menuju proses imigrasi.  

Wakil Ketua Umum Afiliasi Mandiri Penyelenggara Umrah Haji (AMPUH) ini mengaku proses masuk ke Arab Saudi sangat cepat dan gampang dimana tidak lebih dari 10 menit. Usai cek imigrasi, mereka langsung dijemput oleh pihak airlines untuk melakukan karantina di Madinah selama empat malam lima hari sesuai aturan otoritas penerbangan Arab Saudi (GACA).

"Ternyata yang selama ini tim Advance yang pertama diberangkatkan di tanggal 23 Desember itu memberi laporannya rumit dan macam-macam tetapi setelah saya alami di tanggal 12 Januari naik Garuda itu semua nya mudah-mudah saja,"ujarnya.

"Bahkan memang sangat gampang dari turun pesawat masuk imigrasi Saudi dan dicek oleh tim kesehatan sana sangat mudah, jadi tidak ada halangan apa-apa,"kata dia.

Tri menjelaskan walaupun aplikasi Tawakalna kini belum terintegrasi dengan aplikasi pedulilindungi. Namun tidak menjadi penghambat para jemaah karena telah difasilitasi oleh pihak muassasah untuk diberikan gelang penanda dan surat ijin atau tasreh untuk menjalankan ibadah umrah.

Halaman : 1 2 3
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD