AALI
9650
ABBA
396
ABDA
0
ABMM
1455
ACES
1240
ACST
234
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
196
ADRO
1815
AGAR
0
AGII
1525
AGRO
2080
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
76
AIMS
462
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
0
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1005
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/12/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.49
0.72%
+3.62
IHSG
6573.41
0.53%
+34.91
LQ45
945.70
0.72%
+6.77
HSI
23466.39
-1.26%
-300.30
N225
27924.96
-0.37%
-104.61
NYSE
16347.87
-0.77%
-127.38
Kurs
HKD/IDR 1,847
USD/IDR 14,395
Emas
827,268 / gram

Ibadah di Masjid Mulai Normal, Sekjen DMI Minta Jamaah Tetap Patuhi Prokes

SYARIAH
Widya Michella
Selasa, 02 November 2021 06:37 WIB
Sekjen DMI, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Imam Addaruquthni mengatakan  para jamaah masjid dianjurkan untuk tetap patuhi prokes.
Ibadah di Masjid Mulai Normal, Sekjen DMI Minta Jamaah Tetap Patuhi Prokes (Dok.MNC Media)
Ibadah di Masjid Mulai Normal, Sekjen DMI Minta Jamaah Tetap Patuhi Prokes (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Seiring dengan menurunnya angka Covid-19, ibadah di masjid atau mushalla di sejumlah tempat tampak kembali normal. Sekjen DMI, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Imam Addaruquthni mengatakan  para jamaah masjid tetap  dianjurkan untuk tetap menyesuaikan dengan ketentuan pelaksanaan protokol kesehatan dalam pola aktivitas sosial kemasyarakatan.

"Jadi para jamaah masjid tetap kita anjurkan untuk tetap menyesuaikan dengan ketentuan pelaksanaan prokes terutama dalam pola aktivitas sosial kemasyarakatan, profesional, dan dalam hal ini peribadatan di tempat-tempat ibadah umum, masjid dan sebagainya,"kata Imam saat dihubungi MNC Portal, Senin,(01/11/2021).

Ia menyampaikan pemerintah belum menyatakan bahwa pandemi covid telah hilang. Meski demikian, kondisi saat ini memang mereda sesuai dengan info resmi pemerintah termasuk ditetapkannya penurunan level dari level empat ke level tiga dan seterusnya ke level dua. 

"Mudah-mudahan pandemi covid benar-benar hilang sebagaimana kita harapkan bersama. Pandemi ini mengancam dan peraturan pemerintah pun terkait mobilitas sosial dalam hal ini juga sangat menyusahkan masyarakat,"harapnya.

Ia menyebut kejengkelan masyarakat juga beralasan, karena mereka sudah divaksinasi supaya terbentuk herd imunity. Namun mereka masih masih mengeluarkan uang ratusan ribu sampai jutaan rupiah karena paksaan peraturan itu apalagi rakyat kecil, betapa semakin terhimpit kondisi ekonominya. 

"Cukuplah divaksinasi saja, masyarakat marah tetapi ngga bisa melawan. DPR juga sudah ngga bicara lagi untuk rakyat dalam hal ini. Komentar terpaksa harus mengembang karena empati saya kepada masyarakat (jamaah),"jelasnya.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD