AALI
9575
ABBA
302
ABDA
6175
ABMM
1370
ACES
1250
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
179
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1410
AGRO
1270
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1045
AKRA
775
AKSI
735
ALDO
1320
ALKA
296
ALMI
296
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.60
-1.04%
-5.27
IHSG
6568.17
-1.31%
-86.99
LQ45
939.34
-1.07%
-10.15
HSI
24243.61
-1.67%
-412.85
N225
27131.34
-1.66%
-457.03
NYSE
0.00
-100%
-16397.34
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
848,798 / gram

Indeks Pembangunan Pemuda Memprihatinkan, Masjid Didorong Jadi Miniatur SDGs

SYARIAH
Agung bakti sarasa
Sabtu, 27 November 2021 22:13 WIB
Masjid di Indonesia didorong menjadi miniatur terwujudnya Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat komunitas.
Indeks Pembangunan Pemuda Memprihatinkan, Masjid Didorong Jadi Miniatur SDGs (Dok.MNC Media)
Indeks Pembangunan Pemuda Memprihatinkan, Masjid Didorong Jadi Miniatur SDGs (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Masjid-masjid di Indonesia didorong menjadi miniatur terwujudnya Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat komunitas menyusul memburuknya Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) di Indonesia. 

Doringan tersebut mengemuka dalam Webinar Ilmiah Masjid (S/WIM) III 1443 H/2021 M yang diselenggarakan Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI) bekerja sama dengan Masjid Salman ITB. 

Webinar yang diikuti lebih kurang 400 orang peserta itu mengangkat tema besar: "Mendorong Peran Masjid dalam Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia: Skenario & Strategi Pasca Pandemi COVID-19".

Isu SDGs diangkat sebagai tema seminar tahun ini menyusul kondisi pencapaian target SDGs Indonesia yang semakin memprihatikan sejak pandemi COVID-19 mendera dunia dua tahun terakhir ini. 

Pada Juli 2021 lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis persentase penduduk usia muda Indonesia tanpa kegiatan (Not in Employment, Education or Training-NEET) sebesar 24,28 persen.

Ini berarti, nyaris 1 dari 4 pemuda usia produktif di Indonesia, bukan saja tidak bekerja melainkan juga tidak melakukan apa-apa. Dalam aspek pendidikan, angka partisipasi sekolah di perdesaan kurang dari 20 persen. Di sisi lain, angka dispensasi pernikahan usia dini sepanjang COVID-19 mencapai 64.000 kasus. 

Angka-angka indeks Pembangunan Pemuda (IPP) yang memprihatinkan tersebut dinilai semakin memperlemah produktivitas bangsa ini. Hal ini antara lain diindikasikan oleh stagnannya pertumbuhan ekonomi Indonesia (middle income trap) di angka l.k. 5 persen sejak 2011, bahkan sempat menyentuh minus 2,03 persen pada 2020. 

Padahal, Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) telah mencanangkan Visi Indonesia Emas pada tahun 2045  dimana pertumbuhan ekonomi nasional diharapkan mencapai minimal 7 persen. 

Di lain sisi, produktivitas yang mendorong pertumbuhan ekonomi hanya dapat tercapai jika pembangunan ekonomi berjalan selaras dengan pembangunan manusia dan pelestarian alam yang dikenal sebagai prinsip People-Prosperity-Planet dalam wacana SDGs.  

Oleh karenanya, asosiasi atau perhimpunan-perhimpunan masjid sangat dibutuhkan perannya, agar pencapaian SDGs masjid dan komunitasnya mendapatkan dukungan yang terorganisasikan dengan baik. 

Salah satu bentuk dukungan asosiasi masjid adalah menjadi wadah untuk menyebarkan dan mengolaborasikan praktik-praktik terbaik (best practices) program-program SDGs di antara sesama masjid. 

"Asosiasi masjid terutama diharapkan berperan mendorong anggotanya berkontribusi dalam pencapaian sasaran-sasaran pendidikan maupun ekonomi dalam SDGs," ujar Ketua Umum AMKI Prof Hermawan K Dipojono dalam keterangan resminya, Sabtu (27/11/2021). 

Ketua Senat Akademik ITB itu juga berharap, seminar ilmiah rutin ini dapat berkontribusi menghasilkan rekomendasi-rekomendasi bagi umat dan bangsa dalam menghadapi masa depan.

"Masyarakat dunia termasuk Indonesia tengah berhadapan dengan gejala Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity (VUCA) dalam berbagai aspek kehidupan. Masjid-masjid kampus perlu berkontribusi menghasilkan pemikiran-pemikiran untuk menghadapi hal ini," katanya. 

Sementara itu, Ketua YPM Salman ITB, Prof Suwarno berharap, Webinar Ilmiah Masjid III menjadi ajang berbagi gagasan maupun pengalaman kegiatan berbagai masjid, khususnya dalam konteks pencapaian SDGs di atas. 

Lebih jauh lagi, seminar ilmiah yang telah digelar akhir pekan lalu dan menjadi kegiatan rutin tahunan AMKI ini juga diharapkan menjadi wadah menumbuhkan dan mengasah budaya intelektual di kalangan para aktivis dan takmir masjid. 

"Tanpa budaya intelektual yang kokoh, tidak mungkin peradaban Islam akan kembali bangkit dan bersemi," kata Prof Suwarno yang juga menjabat Guru Besar Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB itu. 

AMKI sebagai penyelenggara kegiatan seminar atau webinar ilmiah masjid ini adalah organisasi perhimpunan masjid-masjid kampus se-Indonesia yang berdiri pada tahun 2004. 

Asosiasi ini berdiri sebagai hasil kesepakatan Kongres Masjid Kampus I di Masjid Salman ITB pada 29-30 Mei 2004. Saat ini, AMKI beranggotakan sekitar 200 masjid dari berbagai kampus PTN maupun PTS di seluruh Indonesia.   

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD