“Ini win-win solution. Prinsipnya keadilan. Bahkan Paus Benediktus XVI pernah menyebut, jika ingin menyelamatkan sistem perbankan global, maka perlu belajar dari sistem perbankan syariah,” ujarnya.
Menag juga menyinggung posisi Indonesia di panggung global. Saat ini, Indonesia berada di peringkat ketiga ekonomi syariah dunia bersama Malaysia dan Arab Saudi. Namun ia optimistis Indonesia mampu melampaui capaian tersebut.
“Seharusnya kita menjadi pilot project. Umat Islam terbesar ada di Indonesia. Pondasinya kuat, budayanya moderat, dan masyarakatnya egaliter,” katanya.
Lebih jauh, Menag menilai karakter bangsa Indonesia yang terbentuk dari budaya maritim telah melahirkan masyarakat yang inklusif dan terbuka. Kondisi ini, menurutnya, sangat kondusif bagi pengembangan konsep ekonomi universal, termasuk ekonomi syariah.
(kunthi fahmar sandy)