Menurutnya, konsep modest fashion terus berevolusi menjadi lebih inklusif, tanpa memandang agama, etnis, maupun preferensi individu. Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat modest fashion dunia, didukung oleh kreativitas desainer lokal, kekayaan budaya, serta keberagaman bahan tekstil berkualitas tinggi yang menjadi identitas bangsa.
“Potensi tersebut turut diperkuat oleh capaian Indonesia, yang berdasarkan State of Global Islamic Economy Report (SGIER) 2024/2025 berhasil menduduki peringkat pertama dalam ekosistem lokal yang mendukung perkembangan industri modest fashion,” kata Reni.
Kolaborasi pengembangan
Sejalan dengan implementasi kewajiban sertifikasi halal nasional, mulai Oktober 2026 pemberlakuan sertifikasi halal salah satunya untuk produk barang gunaan, termasuk produk fesyen dan modest fashion, menjadi momentum strategis untuk meningkatkan daya saing industri nasional.
“Kebijakan ini tidak hanya memberikan jaminan kualitas, keamanan, serta kepercayaan konsumen, tetapi juga menciptakan nilai tambah (added value) bagi produk modest fashion Indonesia di pasar global,” kata dia.
Indonesia sebagai negara yang secara komprehensif menerapkan sertifikasi halal pada produk barang gunaan, dapat memberikan diferensiasi dan keunggulan kompetitif dibandingkan produk dari negara lain. Sehingga dengan adanya standar halal yang terjamin dan terintegrasi, produk modest fashion Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk menembus pasar ekspor, khususnya negara-negara dengan populasi muslim besar maupun pasar global yang semakin mengedepankan aspek ethical fashion, keberlanjutan, dan traceability produk.