“Melalui sinergi kebijakan industri, inovasi desain, serta penerapan sertifikasi halal sebagai standar mutu global, Indonesia diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai pusat modest fashion dunia sekaligus meningkatkan kontribusi industri fesyen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan ekspor nonmigas,” ujar Dirjen IKMA.
Reni menegaskan pentingnya kolaborasi antar stakeholder pengembangan industri fesyen muslim. “Perkembangan industri modest fashion tidak lepas dari peran berbagai pihak. Untuk itu, kami mengajak seluruh stakeholder baik asosiasi, industri tekstil, pelaku usaha, desainer, akademisi, influencer, marketplace hingga konsumen untuk dapat mewujudkan industri modest fashion yang berkelanjutan dan berdaya saing,” tuturnya.
Reni juga menyampaikan dukungan dan apresiasinya kepada Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) serta seluruh pihak lainnya yang terlibat dalam komitmen pengembangan modest fashion di Indonesia melalui penyelenggaraan event Ramadan Runway, yang telah berlangsung secara konsisten hingga kini telah memasuki tahun ke-14.
“Saya optimistis keterlibatan dan keikutsertaan berbagai pihak akan memperkuat ekosistem modest fashion nasional,” kata dia.
Direktur IKM Kimia, Sandang dan Kerajinan, Budi Setiawan menuturkan bila momentum Bulan Suci Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai waktu untuk meningkatkan ibadah dan refleksi spiritual tetapi juga menjadi momentum penggerak ekonomi kreatif dan industri fesyen nasional.