Kemenhaj juga mengingatkan jamaah lansia, disabilitas, dan jamaah risiko tinggi agar segera melapor kepada petugas jika mengalami keluhan kesehatan seperti pusing, sesak napas, nyeri dada, demam, batuk berat, atau kondisi tubuh menurun.
“Jangan menunggu kondisi memburuk. Kesehatan adalah bekal utama menuju puncak haji,” kata Maria.
Maria turut menekankan pentingnya peran KBIHU dalam mendampingi jamaah. KBIHU diharapkan ikut memperkuat edukasi kesehatan, keselamatan, ketertiban, dan kedisiplinan jamaah, selain memberikan bimbingan manasik.
Kemenhaj juga telah mengeluarkan edaran pengaturan pergerakan jemaah sebagai langkah mitigasi menjelang fase puncak haji. Jamaah diminta mematuhi arahan petugas, baik dalam aktivitas dari hotel ke Masjidil Haram, pergerakan Madinah menuju Makkah, maupun persiapan menuju Armuzna.
Khusus jamaah gelombang kedua yang tiba melalui Jeddah, Maria mengimbau agar mengenakan kain ihram sejak di embarkasi karena akan mengambil miqat dalam perjalanan menuju Arab Saudi dan langsung menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.