Dia menjelaskan, ekosistem ekonomi haji mencakup sejumlah pilar, antara lain transportasi dan logistik, akomodasi, konsumsi pangan, layanan kesehatan dan bimbingan ibadah, efisiensi digital, produk halal unggulan, hingga keuangan syariah inovatif.
Dengan total kuota 221.000 jamaah haji Indonesia, potensi nilai ekonomi dinilai besar dan memerlukan integrasi rantai pasok serta pelibatan pelaku usaha nasional secara sistematis.
Dalam konteks tersebut, IPB dilibatkan untuk memperkuat substansi akademik dan teknis cetak biru, khususnya pada pilar konsumsi pangan dan inovasi berbasis teknologi.
Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, menyatakan kesiapan IPB menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun ekosistem ekonomi haji berbasis sains.
“IPB siap berkontribusi dalam penyusunan naskah akademik dan penguatan cetak biru, termasuk melalui standar gizi dan formulasi menu jemaah, inovasi produk pangan adaptif, serta pengembangan sistem rantai pasok berbasis teknologi,” ujar Alim.