"Alhamdulillah kami mampu memberikan layanan sebaik-baiknya kepada jemaah. Ini adalah buah dari doa dan kerja keras seluruh jajaran," ujarnya.
Menhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparatur Kemenhaj, Petugas Haji, serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.
Meski demikian, Menhaj menegaskan hasil survei tersebut bukan menjadi akhir dari upaya perbaikan layanan. Evaluasi tetap dilakukan, terutama pada layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), serta penguatan pelaksanaan istithaah kesehatan.
"Hasil ini menjadi modal kami untuk terus berbenah. Tantangan kami bukan hanya mempertahankan capaian, tetapi meningkatkannya. Prinsip kami sederhana, hari ini harus lebih baik daripada kemarin," kata Menhaj.
Ia menambahkan, arahan Presiden Prabowo Subianto juga menjadi pijakan dalam pengembangan penyelenggaraan haji ke depan, yakni memastikan manfaat penyelenggaraan ibadah haji semakin dirasakan masyarakat. Salah satunya melalui penguatan penggunaan produk dan bahan konsumsi asal Indonesia dalam rantai pasok haji.