AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

MUI Pertanyakan AS Bisa Berangkatkan Jamaah Haji Tahun Ini

SYARIAH
Dimas Choirul
Jum'at, 04 Juni 2021 11:29 WIB
Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas memberi komentar mengenai batalnya haji Indonesia 2021.
MNC Media

IDXChannel - Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas memberi komentar mengenai batalnya keberangkatan calon jamaah haji Indonesia 2021. Anwar mengaku sepakat dengan pertimbangan itu karena sudah jelas hadis nabi dikatakan 'bila engkau mendengar di suatu negeri ada wabah maka janganlah kamu masuk dan atau datang ke daerah tersebut dan bila engkau ada di dalamnya maka janganlah engkau keluar darinya'. 

Kendati demikian, pria yang juga akademisi UIN Syarif Hidayatullah ini heran dengan negara Amerika Serikat yang bisa mengirim jamaahnya pada tahun ini.

"Padahal negeri tersebut (Amerika Serikat) juga dilanda hal yang sama dan juga kalau masalah pandemi ini yang menjadi alasan bukankah dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, bahaya tersebut akan bisa kita minimalisir dengan vaksinasi dan test PCR," kata dia. 

Jika para jamaah tersebut sudah divaksin dan hasil test PCR dari pada calon tersebut adalah negatif, maka lanjutnya, tentu Pemerintah Saudi akan menerima mereka untuk datang. Sebab itu, ia meminta Pemerintah Saudi selain perlu memperhatikan ketentuan syariah juga perlu memperhatikan ketentuan-ketentuan yang bersifat ilmiah.

"Karena inti dari hadis nabi tersebut pada prinsipnya adalah bagaimana kita bisa menjaga dan melindungi diri serta jiwa dari masyarakat dan dalam hal ini adalah para calon jamaah haji," jelasnya. 

Menurut dia, bila mematuhi protokol kesehatan yang ada maka tentu sebaiknya Pemerintah Saudi memperkenankan jamaah haji Indonesia untuk datang meskipun jumlahnya harus dibatasi.

"Untuk itu kita betul-betul meminta adanya keterbukaan dan penjelasan yang sejelas-jelasnya dari pihak Pemerintah Saudi dan juga dari pihak pemerintah Indonesia agar tidak ada kesalahpahaman dari para jamaah dan umat baik terhadap Pemerintah Saudi maupun kepada Pemerintah Indonesia atas pembatalan dan tidak berangkatnya jamaah haji Indonesia," tutupnya. 

"Tapi ternyata tahun ini keinginan mereka tersebut juga belum bisa diwujudkan karena katanya tidak adanya izin dari Pemerintah Saudi," kata Anwar Abbas melalui keterangan tertulis, Jumat (4/6/2021).
Adapun pertimbangan mendasar Kementerian Agama dalam konferensi pers Kamis (3/6) lalu menjelaskan yang menjadi penghalang bagi jamaah haji untuk berangkat lantaran pandemi Covid 19.


(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD