sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Operasional Haji 2026 Hari ke-12, 68.082 Jamaah Sudah Diberangkatkan ke Tanah Suci

Syariah editor Dhera Arizona Pratiwi
03/05/2026 00:12 WIB
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M pada hari ke-12 masa operasional berjalan lancar.
Operasional Haji 2026 Hari ke-12, 68.082 Jamaah Sudah Diberangkatkan ke Tanah Suci. (Foto Istimewa)
Operasional Haji 2026 Hari ke-12, 68.082 Jamaah Sudah Diberangkatkan ke Tanah Suci. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M pada hari ke-12 masa operasional berjalan lancar, sekaligus menegaskan ketentuan pembayaran dam bagi jamaah Indonesia di Arab Saudi.

Kepala Biro Humas Kemenhaj Moh Hasan Afandi menyampaikan, proses pemberangkatan, kedatangan, serta pergerakan jamaah dari Madinah menuju Makkah berlangsung tertib dan terkoordinasi.

“Alhamdulillah, berdasarkan data hingga Jumat, 1 Mei 2026, sebanyak 175 kloter dengan 68.082 jamaah haji dan 697 petugas kloter telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Seluruh proses terus kami kawal agar berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi jamaah,” ujar Hasan dalam pernyataan resminya, Sabtu (2/5/2026).

Jamaah yang telah tiba di Madinah tercatat sebanyak 165 kloter dengan 64.129 jamaah dan 657 petugas. Sementara itu, jamaah yang telah tiba di Makkah sebanyak 19 kloter dengan 7.387 jamaah dan 76 petugas.

Pergerakan jamaah dari Madinah menuju Makkah dilakukan secara bertahap dengan pengawalan petugas di seluruh titik layanan guna memastikan keselamatan dan kenyamanan.

Terkait pelaksanaan ibadah, Kemenhaj menegaskan pembayaran dam wajib dilakukan melalui Adhahi, program resmi Pemerintah Arab Saudi.

“Jamaah yang akan melakukan pembayaran dam di Arab Saudi wajib menggunakan Adhahi. Kami mengingatkan agar tidak melakukan pembayaran di luar mekanisme resmi, termasuk membeli sendiri hewan di pasar,” katanya.

Selain itu, jamaah diimbau untuk menjaga kondisi fisik di tengah cuaca panas, tidak membawa barang berlebihan, mengatur waktu ke Masjidil Haram, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera melapor kepada petugas kesehatan jika mengalami gangguan kesehatan.

“Fokus kami adalah memastikan jamaah terlindungi, ibadah berjalan sesuai ketentuan, dan seluruh layanan haji berlangsung aman, nyaman, profesional, serta ramah bagi lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan,” ujar Hasan.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement