AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Optimis Produk Halal RI Jadi Nomor Satu, Erick Thohir: Asal Mau Gerak Bersama

SYARIAH
Suparjo Ramalan
Sabtu, 07 Mei 2022 05:00 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berharap produk halal Indonesia bisa menjadi produk halal nomor satu di dunia.
Optimis Produk Halal RI Jadi Nomor Satu, Erick Thohir: Asal Mau Gerak Bersama (Dok.MNC)
Optimis Produk Halal RI Jadi Nomor Satu, Erick Thohir: Asal Mau Gerak Bersama (Dok.MNC)

IDXChannel - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berharap produk halal Indonesia bisa menjadi produk halal nomor satu di dunia. Untuk mencapai harapan itu, Indonesia perlu menjadi negara produktif. 

Tak hanya itu, Erick mencatat pertumbuhan produk halal dalam negeri harus didukung oleh kerja keras semua kalangan. Kerja sama dan gotong royong ini menjadi kunci utamanya.

"Produk halal kita harus menjadi nomor satu di dunia. Semua itu bisa kita capai, asal kita mau bergerak bersama," ungkap Erick melalui akun instagramnya, dikutip Jumat (6/5/2022).

Saat ini Indonesia belum masuk 10 besar negara produsen industri halal dunia. Padahal, Indonesia menjadi negara dengan jumlah populasi muslim terbesar dan menempati peringkat empat negara konsumen produk halal. Malangnya, potensi pasar dalam negeri ini belum dimaksimalkan. 

Di lain sisi, Erick menilai pondok pesantren sebagai mercusuar peradaban yang harus dibangun ekosistem ekonomi umatnya, tujuannya untuk pertumbuhan ekonomi Tanah Air. Penilaian ini pun mendorong Erick menjembatani kerja sama antara sejumlah pesantren dan BUMN. 

"Ada yang bertanya, ngapain BUMN main-main ke ponpes. Setelah bank (BSI) jadi,  Muslimpreneur dibangun, ponpes merupakan mercusuar peradaban yang harus dibangun ekosistem ekonomi umat supaya untuk pertumbuhan ekonomi kita," tutur dia.

Erick mengatakan Kementerian BUMN memiliki sejumlah program yang dapat dioptimalkan, khususnya oleh kalangan pesantren agar memiliki kemandirian ekonomi.

Pertama, Program BUMNU (Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama), yang dimulai dari pendirian 250 BUMNU baru tahun ini. Dia berharap BUMNU yang didampingi BUMN dapat menjadi faktor pendorong perekonomian umat berbasis pesantren. 

BUMNU adalah program kolaborasi antara BUMN dan unit usaha di bawah NU, yang diluncurkan pada akhir Februari 2022, saat peringatan hari lahir NU ke-99.

Kedua, Program Santripreneur dan Santri Magang di BUMN, yang diharapkan dapat memberdayakan para santri dalam pengembangan ekosistem bisnis dan ekonomi syariah melalui perspektif ilmu fiqih yang dikuasai. 

Ketiga, Program Pertashop yang mana pesantren bisa mengisi rantai distribusi produk Pertamina untuk mendorong kemandirian ekonomi dengan pengelolaan kolektif. 

Keempat, Program Makmur, yang dapat membina dan membantu petani maupun kalangan pesantren dalam pengembangan agribisnis. Dalam program ini petani mendapatkan pendampingan, akses pembiayaan dan hasilnya juga dibeli oleh BUMN," ucap Erick.

"Terakhir, BUMN memiliki program vokasi melalui tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) di 15 pesantren sebagai percontohan. Lalu, program beasiswa pendidikan S2 yang dapat diikuti guru dan pengajar di pesantren," kata Erick.

(IND)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD