AALI
12000
ABBA
184
ABDA
6250
ABMM
3050
ACES
980
ACST
157
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
685
ADMF
8075
ADMG
179
ADRO
3100
AGAR
330
AGII
1970
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
62
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
350
ALDO
905
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
206
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20171.27
0.29%
+59.17
N225
26677.80
-0.26%
-70.34
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Sandiaga Uno: Fokus Pariwisata Halal Tambah Layanan Bukan Mensyariahkan

SYARIAH
Anggie Ariesta
Rabu, 04 Mei 2022 07:45 WIB
Indonesia masuk destinasi wisata halal terbaik 2021 di dunia. Meski bukan nomor 1, pemerintah masih optimis dengan potensi yang dimiliki Indonesia sejauh ini.
Sandiaga Uno: Fokus Pariwisata Halal Tambah Layanan Bukan Mensyariahkan
Sandiaga Uno: Fokus Pariwisata Halal Tambah Layanan Bukan Mensyariahkan

IDXChannel - Indonesia masuk destinasi wisata halal terbaik 2021 di dunia. Meski bukan nomor 1, pemerintah masih optimis dengan potensi yang dimiliki Indonesia sejauh ini.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menuturkan bahwa Indonesia bisa memimpin karena kita memiliki jumlah umat muslim terbesar dan ekonomi kita bertumbuh, penanganan pandemi terkendali.

"Pariwisata halal ini tidak bersifat zonasi, saya garisbawahi tidak bersifat zonasi dan tidak ada mensyariahkan destinasi wisata halal jadi justru penyedia layanannya," kata Sandiaga dalam Special Dialogue IDX, Selasa (3/5/2022)

Jika mengacu Global Muslim Travel Index ada empat aspek penilaiannya yang Indonesia unggul dalam aspek Services.

"Misal saya berwisata di Sumatera Utara atau Bali, jika saya mendapat fasilitas ibadah dan makanan halal maka itu bisa dibilang good to have," ujar Sandiaga.

Tantangan terbesar memang masih pandemi, masyarakat memang harus dikenalkan wisata halal yang bukan maksudnya mensyariahkan karena hanya menambah layanan.

"Jadi kalau kita lihat dengan pemahaman yang sama tidak ada lagi ada perdebatan, karena destinasi dimanapun juga Indonesia tidak sama seperti Korea Selatan, Jepang, yang juga memberikan layanan tersebut," jelasnya.

Adapun 2 tahun ini, Indonesia telah menyelamatkan layanan yang dituntut harus bersih. Penurunan kunjungan wisatawan di 2021 hampir 60%, dan hanya ada 1,84 juta wisatawan selama tahun lalu.

"Kontribusi terhadap devisa anjlok terhadap kontribusi 2019, USD15 miliar menjadi USD5 miliar, nah oleh karena itu kita harus sosialisasikan dengan baik, dan berfokus tambahan layanan," tegas Sandiaga.

Kedepan, Menparekraf Sandiaga akan meningkatkan lagi posisi Indonesia dari segi akses, komunikasi, lingkungan dan layanan yang unggul bisa kembali menjadi destinasi no.1 karena kita punya potensi yang luar biasa.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD