IDXChannel - Optimalisasi potensi ekonomi daerah di Indonesia dipandang sangat strategis untuk dapat diintegrasikan dengan ekosistem haji dan pariwisata internasional.
Hal ini disampaikan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka audiensi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Kantor Gubernur NTB, Kota Mataram.
Dalam agenda tersebut, Menhaj menyoroti potensi besar NTB, mulai dari sektor perkebunan hingga kerajinan tangan. Ia mendorong produk unggulan NTB untuk masuk ke pasar Arab Saudi.
"NTB memiliki potensi ekonomi yang sangat luas. Kami melihat ada peluang besar untuk mengomunikasikan kerja sama terkait produk kerajinan tangan hingga hasil perkebunan seperti kurma di Lombok Utara agar bisa bersinergi dengan kebutuhan di Tanah Suci," tutur Menhaj dikutip Minggu (18/1/2025).
Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan Dinas Pariwisata setempat untuk mengarahkan turis Arab Saudi ke NTB.
Karakteristik alam Lombok yang memiliki kombinasi laut dan pegunungan dinilai sangat sesuai dengan preferensi wisatawan asal Timur Tengah.
"Kami ingin memastikan turis mancanegara, khususnya dari Arab Saudi, bisa langsung diarahkan ke NTB. Keindahan laut dan pegunungan di sini adalah ciri khas yang sangat disukai oleh mereka,” ujar Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.
Selain sektor komoditas, audiensi ini juga membahas strategi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Arab Saudi. Salah satu poin krusial yang didiskusikan adalah pemanfaatan Empty Flight (penerbangan kosong).
“Kami juga mendiskusikan teknis empty flight ini bersama Kementerian Pariwisata agar lebih efisien," katanya.
Melalui audiensi ini, Kementerian Haji dan Umrah dan Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan haji dan umrah di wilayah NTB, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi baru melalui sektor pariwisata dan ekspor produk lokal.
(kunthi fahmar sandy)