AALI
8025
ABBA
228
ABDA
0
ABMM
810
ACES
1355
ACST
216
ACST-R
0
ADES
1845
ADHI
870
ADMF
7975
ADMG
152
ADRO
1310
AGAR
412
AGII
1020
AGRO
1355
AGRO-R
0
AGRS
346
AHAP
64
AIMS
420
AIMS-W
0
AISA
210
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3130
AKSI
468
ALDO
775
ALKA
240
ALMI
254
ALTO
376
Market Watch
Last updated : 2021/06/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.95
-1.6%
-7.48
IHSG
6007.12
-1.01%
-61.33
LQ45
863.16
-1.64%
-14.36
HSI
28801.27
0.85%
+242.68
N225
28964.08
-0.19%
-54.25
NYSE
16411.65
-1.47%
-244.16
Kurs
HKD/IDR 1,850
USD/IDR 14,360
Emas
827,066 / gram

Potensi Besar, Ekonomi & Keuangan Syariah RI Baru Capai 7 persen

SYARIAH
Giri Hartomo/Okezone
Kamis, 04 Maret 2021 13:47 WIB
Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyebut ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia sudah berkembang cukup baik.
Potensi Besar, Ekonomi & Keuangan Syariah RI Baru Capai 7 persen

IDXChannel - Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyebut ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia sudah berkembang cukup baik. Meskipun masih belum optimal karena potensinya masih cukup besar. 

Menurut Ma’ruf Amin, saat ini ekonomi syariah baru mencapai sekitar 7 hingga 8 persen. Sementara untuk keuangan syariah baru mencapai 6 hingga 7 persen saja. 

“Ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia ini sudah berkembang cukup baik. Tetapi belum optimal masih jauh baru sekitar 7-8persen bahkan kalau keuanganya perbankan itu baru 6,7 persen,” ujarnya dalam acara Potensi Wakaf Besar, Tapi Literasinya Rendah secara virtual, Kamis (4/3/2021).

Oleh karena itu lanjut Ma’ruf Amin, pemerintah memiliki komitmen kuat untuk terus mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Diharapkan potensi ini juga bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

“Potensi kita besar begitu juga dana dana sosial masyarakat seperti wakaf. Oleh karena itu pemerintah punya komitmen kuat untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah,” jelasnya. 

Atas dasar itu juga pemerintah membentuk Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Pemebentukan ini teruang dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 28 tahun 2020. 

Ada empat hal yang menjadi fokus pembentukan KNEKS tersebut. Pertama adalah pengembangan industri halal. Kemudian yang kedua adalah pengembangan industri keuangan dan yang ketiga pengembangan dana sosial masyarakat Islam.

“Kemudian yang keempat pengemban usaha bisnis syariah,” jelasnya. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD