AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Potensi Pariwisata Halal Besar, Sandiaga Uno Tekankan Konsep Universal dan Inklusif

SYARIAH
Anggie Ariesta
Rabu, 04 Mei 2022 07:05 WIB
Potensi wisata halal di negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, sudah seharusnya Indonesia memiliki destinasi wisata halal terbaik.
Wisatawan Muslim sedang berada di pinggir pantai Kuta, Bali (Ilustrasi)
Wisatawan Muslim sedang berada di pinggir pantai Kuta, Bali (Ilustrasi)

IDXChannel - Potensi wisata halal di negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, sudah seharusnya Indonesia memiliki destinasi wisata halal terbaik.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan, sebetulnya banyak miskonsepsi terhadap pariwisata halal. Adapun, pariwisata halal konsepnya universal dan inklusif.

"Jadi untuk wisatawan nusantara dan mancanegara yaitu penyediaan seperangkat layanan tambahan jadi extended services, jadi layanan tambahan itu ada di amenitas," ujar Sandiaga dalam Special Dialogue IDX, Selasa (3/5/2022).

Amenitas yang dimaksud Menparekraf yaitu seperti hotel, restoran, daya tarik wisata seperti tempat destinasi wisata dan aksesibilitas yaitu infrastruktur yang ditujukan untuk diberikan untuk memenuhi pengalaman dan keinginan dari wisatawan muslim.

Menurut Menteri Sandi, misalkan tempat ibadah, restoran halal, dan juga destinasi yang ramah terhadap wisata muslim, kalo misal kolam renang ditujukan wisatawan berkeluarga atau ada waktu sendiri terhadap dirinya.

Target wisata muslim tentunya yang nusantara dan mancanegara secara keseluruhan. Perlu dicatat wisatawan nusantara yang begitu besar jika dihitung setiap harinya.

"Setiap hari saya mencatat antara 5 ribu sampai 7 ribu yang setelah mereka melakukan umroh, mereka pergi ke destinasi lainnya seperti Turki, Mesir, padahal kita bisa kembangkan mereka setelah umroh juga bisa melanjutkan pariwisata religi atau halalnya ke Aceh, Sumatera Barat, atau di Kepri atau di NTB atau di Kalimantan Selatan," ungkapnya.

Pariwisata halal yang terpenting kebersihan, kenyamanan dan keamanan dari pariwisata itu terjaga, jadi pariwisata halal dan toyyib, setiap wisatawan baik muslim atau non muslim dapat juga menikmati pariwisata halal tersebut.

Sarana dan infrastruktur perlu ditingkatkan, misalnya di Korea Selatan pariwisata halalnya sudah sangat maju. Selain itu di Jepang, lanjut Sandiaga, walaupun mereka minim destinasi wisata religi, tetapi mereka meniatkan konsep pariwisata halal dengan tiga kategori yang terbagi: need to have, good to have, dan nice to have.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD