Dalam istilah agama, kata Dahnil, kedekatan ini disebut sebagai ta'liful qulub (tautan hati) atau secara sederhana merupakan jalinan silaturahim yang melahirkan ikatan hati yang mendalam antara petugas dan jamaah haji.
Dahnil mengingatkan bahwa Kemenhaj bukan sekadar bertindak sebagai agensi perjalanan atau Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang sekadar mengumpulkan orang lalu memberangkatkannya.
"Kemenhaj adalah institusi negara yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto yang mengemban amanah besar untuk membina, mengawal, dan memastikan transformasi nilai-nilai mulia terjadi selama proses ibadah haji berlangsung," kata Dahnil.
“Bukan sekadar terkait dengan penyelenggaraannya saja, tapi dia harus punya transformasi nilai. Nilai kebangsaan, nilai moral, nilai peradaban, nilai keadaban, yang kemudian kita rumuskan melalui 'Tri Sukses' itu: Sukses Ritual, Sukses Ekonomi, dan Sukses Peradaban dan Keadaban,” lanjutnya.
Meski demikian, Dahnil mengingatkan pada seluruh jajaran Kanwil Kemenhaj untuk segera mengimplementasikan koordinasi di lapangan tanpa menunda-nunda waktu.
"Segera, Pak. Dekati dan mulai bangun komunikasi dengan jamaah," katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)