IDXChannel - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah mengumumkan daftar jamaah haji yang masuk dalam daftar tunggu (waiting list) dan akan berangkat pada musim haji 1448 H/2027 M. Langkah ini dilakukan lebih awal dibanding penyelenggaraan haji sebelumnya.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, daftar jamaah haji sedang dalam tahap verifikasi di tingkat Kabupaten/Kota saat ini. Ia berkata, langkah ini ditujukan untuk mempercepat sekaligus mematangkan persiapan penyelenggaraan ibadah haji yang lebih tertib dan berkualitas.
“Ini jamaah sudah kita umumkan. Sudah diumumkan semua. Yang waiting list yang akan berangkat 2027 kita umumkan,” kata Dahnil, Selasa (21/7/2026).
Dahnil menambahkan, pengumuman daftar nama jamaah haji tahun 2027 sengaja dilakukan jauh-jauh hari agar memberikan ruang waktu yang cukup panjang untuk mempersiapkan segala aspek secara matang, tertib, dan tanpa tergesa-gesa bagi jamaah maupun tim internal Kemenhaj.
Dia menginstruksikan pada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenhaj, mulai dari tingkat Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil), petugas haji, hingga seluruh pihak yang terlibat dalam pengurusan haji untuk membangun kedekatan yang kuat pada jamaah haji sejak dini.
“Pertama yang harus dipersiapkan itu adalah Bapak dan Ibu semuanya itu harus punya engagement yang kuat dengan jamaah. Itu yang ingin kita bangun. Mulai dari ASN, Kakanwil, nanti petugas haji, semua yang mengurus haji itu harus punya engagement yang kuat dengan jamaah,” katanya.
Dalam istilah agama, kata Dahnil, kedekatan ini disebut sebagai ta'liful qulub (tautan hati) atau secara sederhana merupakan jalinan silaturahim yang melahirkan ikatan hati yang mendalam antara petugas dan jamaah haji.
Dahnil mengingatkan bahwa Kemenhaj bukan sekadar bertindak sebagai agensi perjalanan atau Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang sekadar mengumpulkan orang lalu memberangkatkannya.
"Kemenhaj adalah institusi negara yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto yang mengemban amanah besar untuk membina, mengawal, dan memastikan transformasi nilai-nilai mulia terjadi selama proses ibadah haji berlangsung," kata Dahnil.
“Bukan sekadar terkait dengan penyelenggaraannya saja, tapi dia harus punya transformasi nilai. Nilai kebangsaan, nilai moral, nilai peradaban, nilai keadaban, yang kemudian kita rumuskan melalui 'Tri Sukses' itu: Sukses Ritual, Sukses Ekonomi, dan Sukses Peradaban dan Keadaban,” lanjutnya.
Meski demikian, Dahnil mengingatkan pada seluruh jajaran Kanwil Kemenhaj untuk segera mengimplementasikan koordinasi di lapangan tanpa menunda-nunda waktu.
"Segera, Pak. Dekati dan mulai bangun komunikasi dengan jamaah," katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)