AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Semarak Takbiran Warga Kebon Sirih, Tetap Meriah Tanpa Keliling

SYARIAH
Melati Pratiwi
Senin, 02 Mei 2022 05:36 WIB
semangat warga sekitar menyambut Lebaran sudah menjadi budaya tersendiri.
Semarak Takbiran Warga Kebon Sirih, Tetap Meriah Tanpa Keliling (foto: MNC Media)
Semarak Takbiran Warga Kebon Sirih, Tetap Meriah Tanpa Keliling (foto: MNC Media)

IDXChannel - Lantunan suara takbir terus berkumandang menyambut kehadiran Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Di sejumlah lokasi di kawasan Jakarta Pusat mulai terdengar ingar bingar takbir bercampur aksi tabuh bedug.

Seperti yang terjadi di Masjid Ghoiru Jami, yang terletak di Jalan Kebon Sirih Barat. Sekumpulan remaja hingga orangtua berkumpul di halaman masjid sambil menabuh bedug maupun alat musik pukul lainnya.

Menurut salah satu pengurus masjid, Hermansyah, semangat warga sekitar menyambut Lebaran sudah menjadi budaya tersendiri. 

"Ini sebagai budaya aja. Sebagai tanda bahwa ini kemenangan kita di Hari Raya," ujarnya, saat ditemui di Masjid Ghoiru Jami, Minggu (1/5/2022).

Meskipun tak bisa melaksanakan takbir keliling seperti yang tercantum dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 08 Tahun 2022 tentang Pedoman Penyelenggaraan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1443 Hijriah, antusias warga tak berkurang. Mereka tetap semangate menabuh bedug secara bergantian sambil sesekali ikut melantunkan takbir.

Hermansyah menilai, warga sama sekali tak mempermasalahkan larangan takbir keliling. Baginya, takbir memang lebih baik dilakukan di masjid.

"Sebenarnya memang paling afdol nya di masjid, takbiran di masjid tidak berkeliling," tuturnya.

Walau suara pukulan berkumandang sangat riuh, masyarakat sekitar tak pernah sekalipun protes. Baik warga muslim maupun non muslim sekalipun diakui Hermansyah turut bersuka cita.

"Ini mayoritas di kebon sirih ini muslim. Walaupun ada non muslim, tetap menghargai aja" pungkasnya. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD