AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Terkait Pelaksanaan Umrah, Konjen Sebut Perlu Adanya Sinkronisasi PeduliLindungi di Saudi Arabia

SYARIAH
Muhammad Refi Sandi/MPI
Kamis, 21 Oktober 2021 12:52 WIB
Perlu adanya sinkronasi antara aplikasi PeduliLindungi dengan milik Saudi terkait pembacaan sertifikat vaksin bagi calon jamaah umrah.
Ibadah Umrah (Ilustrasi)
Ibadah Umrah (Ilustrasi)

IDXChannel - Konsul Jenderal (Konjen) Republik Indonesia di Jeddah Eko Hartono mengatakan perlu adanya sinkronasi antara aplikasi PeduliLindungi dengan milik Saudi terkait pembacaan sertifikat vaksin bagi calon jamaah umrah.

"Ada yang harus kita cermati yaitu hal hal teknis yang harus disepakati kedua belah pihak agar umrah ini bisa terlaksana. Nah apa itu hal teknis jadi sejak beberapa waktu ini memang ada pembicaraan tingkat teknis antara kedua belah pihak terutama antara Kemenkes Indonesia dan Arab Saudi," kata Eko dalam dialog 'Kabar Umroh Untuk Indonesia' melalui Youtube Kemenkominfo TV, Kamis (21/10/2021).

"Apa yang dibahas? Yaitu bagaimana kita mensinkronkan kedua aplikasi yaitu aplikasi PeduliLindungi dengan aplikasi serupa di Arab Saudi yang disebut Tawakana," tambahnya.

Eko menyebut bahwa kedua aplikasi tersebut bisa memberitahukan status kesehatan calon jamaah kepada petugas Saudi. Oleh karenanya, apabila tidak ada status tersebut calon jamaah tidak bisa masuk kawasan Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi.

"Kedua aplikasi ini kan bisa memberitahukan kita kepada publik kepada petugas status kesehatan kita. Apakah kita sudah divaksin lengkap atau baru sekali vaksin. Tanpa ada status itu tidak mungkin seseorang itu akan masuk ke Masjidil Haram Masjid Nabawi untuk melakukan ibadah umrah. Nah ini yang sedang di sinkronkan kedua belah pihak," ungkapnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD