AALI
9600
ABBA
228
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7650
ADHI
830
ADMF
8050
ADMG
173
ADRO
2970
AGAR
324
AGII
2030
AGRO
730
AGRO-R
0
AGRS
123
AHAP
57
AIMS
256
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1060
AKSI
296
ALDO
835
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
212
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.09
-0.81%
-4.37
IHSG
6971.29
-0.64%
-44.77
LQ45
1002.80
-0.79%
-7.94
HSI
22039.11
-0.86%
-190.41
N225
26967.33
0.36%
+96.06
NYSE
14835.30
0.16%
+23.75
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,840
Emas
870,489 / gram

Terlalu Lama, Waiting List Keberangkatan Haji hingga 21 Tahun

SYARIAH
Adi Haryanto
Jum'at, 27 Mei 2022 11:45 WIB
Waiting listnya ada sekitar 22.000 orang, jadi masa tunggu pemberangkatan mencapai 21 tahun
Terlalu Lama, Waiting List Keberangkatan Haji hingga 21 Tahun (FOTO:MNC Media)
Terlalu Lama, Waiting List Keberangkatan Haji hingga 21 Tahun (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah Arab Saudi sudah kini telah membuka kembali keran pelaksanaan ibadah haji bagi umat muslim pascapandemi COVID.

Hal ini pun disambut gembira oleh seluruh masyarakat, karena kesempatan untuk menunaikam rukun islam kelima itu kembali terbuka.

Namun karena pelaksanaannya sempat dihentikan dan semakin banyaknya warga yang mendaftar, maka hal itu berdampak kepada masa pemberangkatan. Seperti yang terdata di Kantor Kementerian Agama (Kemenag), KBB, saat ini ada sekitar 22.000 calon jamaah haji yang masuk daftar tunggu.

"Waiting listnya ada sekitar 22.000 orang, jadi masa tunggu pemberangkatan mencapai 21 tahun," kata Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Kemenag KBB, Didin Saepudin, Jumat (27/5/2022).

Menurutnya, makin panjangnya masa tunggu pemberangkatan jamaah haji KBB diakibatkan karena ada pembatasan kuota oleh Pemerintah Arab Saudi dan pandemi COVID-19. Bahkan kini ada kebijakan bagi warga yang berusia di atas 65 tahun dilarang sementara menunaikan ibadah haji. 

Pertimbangannya karena mereka dinilai sebagai jemaah berisiko tinggi. Kemudian bagi warga yang dikategorikan orang memiliki penyakit parah seperti kanker aktif atau gangguan organ, juga akan dibatasi untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan haji.

Adanya kebijakan itu membuat Kemenag KBB harus betul-betul menyeleksi kembali calon jamaah haji. Misalnya usia suami di atas 65 tahun, sementara istri di bawah, sehingga hanya istrinya saja yang berangkat. Begitupun ketika anak dan orang tua yang daftar, terus hanya anaknya saja yang berangkat. 

"Namun itu juga terkendala, karena rata-rata ingin menunaikan ibadah haji bersama-sama. Seperti anak berangkat sama orang tua kan sekalian untuk mendampingi," tuturnya. 

Selain masa keberangkatan makin panjang, jumlah kota tahun ini untuk jamaah di KBB ikut berkurang. Jumlah kuota normal jamaah haji dari KBB sekitar 1.112 orang. Tapi dengan adanya pembatasan, mengakibatkan kuota jamaah tahun ini hanya 516 orang. 

"Kuota haji ke KBB saat ini hanya mendapat sebesar 516 orang, untuk itu pihaknya melakukan upaya persuasif untuk memberikan pemahaman kepada para calon jamaah," pungkasnya. 

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD