AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Zakat Pertanian hingga Warisan, Berikut 13 Jenis Zakat Harta

SYARIAH
Tim IDXChannel
Kamis, 14 April 2022 09:31 WIB
KH. Ahmad Kosasih, M.Ag. Pimpinan Dewan Syariah Daarul Qur’an memaparkan jenis zakat harta dalam Islam.
Zakat Pertanian hingga Warisan, Berikut 13 Jenis Zakat Harta (Dok.Daarul Quran)
Zakat Pertanian hingga Warisan, Berikut 13 Jenis Zakat Harta (Dok.Daarul Quran)

IDXChannel - Dalam Islam, zakat wajib dapat dibagi menjadi dua jenis: 1) zakat fitrah; dan 2) zakat mal (harta). Zakat fitrah wajib ditunaikan bagi setiap umat Islam yang memenuhi ketentuan. 

Sedangkan zakat mal atau zakat harta tak semua orang diwajibkan. Zakat mal hanya wajib ditunaikan kepada mereka yang telah memenuhi sejumlah ketentuan, salah satunya memiliki harta minimal satu nisab. 

Berikut penjelasan dari 13 jenis zakat yang dihitung berdasarkan harta: 

1. Zakat pertanian (biji makanan dan buah-buahan)
Biji makanan ialah biji makanan pokok pada suatu wilayah dan dapat disimpan serta mengenyangkan seperti padi, jagung, gandum, dan sebagainya. Sedangkan contoh buah-buahan yang wajib dizakati adalah anggur dan kurma. 
Nisab zakat pertanian dan buah-buahan ialah 300 sha’ yang dalam ukuran zaman sekarang sekitar 652 kg dalam bentuk gabah atau 524 kg dalam bentuk beras. Sedangkan zakat yang wajib dikeluarkan ialah 10% apabila tanaman diairi dengan air sungai atau air hujan. Jika tanaman disiram dengan air kincir yang ditarik oleh binatang atau dengan alat yang memerlukan biaya maka zakatnya 5%.

2. Zakat perniagaan
Harta perniagaan ialah barang-barang yang disiapkan untuk diperjualbelikan demi mendapatkan keuntungan. Harta perniagaan ini meliputi alat-alat, barang-barang, pakaian, makanan, perhiasan, binatang, tumbuhan, tanah, rumah, dan barang-barang lain baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. Harta perniagaan tersebut wajib dizakati dengan syarat-syarat seperti pada zakat emas dan perak.
Adapun nisab harta perniagaan adalah sebesar 85 gram emas. Pada akhir tahun perniagaan, muzakki atau pedagang menghitung barang-barang perniagaannya dengan harga penjualan saat itu dan menjumlahkannya dengan keuntungan dari perniagaan itu kemudian dikeluarkan dari padanya 2,5% sebagai zakatnya.

3. Zakat binatang ternak
Jenis binatang yang wajib dizakati ialah unta, sapi, kerbau, dan kambing. Dalam kenyataannya, hampir semua jenis peternakan sekarang tidak lagi memenuhi persyaratan as-saum (merumput sendiri) akan tetapi dikandangkan pada tempat yang telah dipersiapkan dan diberikan rumput atau makanan dan minuman yang dibutuhkan. Apabila peternakan-peternakan sekarang menyediakan kandang bagi ternaknya sepanjang tahun, maka penentuan objek zakatnya bukan sebagai hewan ternak, akan tetapi berubah menjadi harta perdagangan yang diperhitungkan setahun sekali dengan nisab senilai 85 gram emas dan kadar zakatnya sebesar 2,5%.

4. Zakat perikanan
Zaman sekarang berkembang perusahaan yang mengandalkan perikanan dan bernilai ekonomi tinggi semenjak digarap oleh perusahaan-perusahaan besar dengan perlatan yang modern. Hasil perikanan ini jika diniatkan untuk diperjualbelikan maka zakatnya dianalogikan kepada zakat perdagangan dan wajib dikeluarkan zakatnya setelah mencapai nisab setara dengan 85 gram emas dengan kadar zakat sebesar 2,5%.
5. Zakat emas, perak, uang, logam mulia, dan batu mulia
Emas, perak, dan harta-harta lain wajib dizakati apabila mencapai nisabnya. Untuk emas, jika sudah mencapai jumlah 85 gram emas. Untuk perak, jika sudah mencapai jumlah 595 gram perak. Adapun jumlah harta yang wajib dikeluarkan untuk zakat sebesar 2,5%.

6. Zakat piutang
Orang yang memiliki hutan, jumlahnya telah mencapai satu nisab dalam masa satu tahun, dan memenuhi seluruh ketentuan lain yang mewajibkan zakat, maka piutang yang seperti itu wajib dikeluarkan zakatnya bila orang yang berutang itu diharapkan membayarnya.

7. Zakat hasil tambang
Zakat hasil tambang adalah segala sesuatu yang dikeluarkan dari perut bumi dan mempunyai nilai ekonomi seperti emas, besi, minyak bumi, timah, dan sebagainya. Adapun jumlah yang wajib dikeluarkan dalam zakat ini adalah sebesar 2,5% setelah diperhitungkan pendapatnya dikurangi biaya-biaya yang dipergunakan untuk mengeksplor dan mendapatkan hasilnya. 
Zakat hasil tambang ini karena memang niat awalnya untuk diperjualbelikan maka dianalogikan pada zakat perdagangan. Apabila hasil tambang itu mencapai satu nisab yaitu sebesar 85 gram emas maka wajib dikeluarkan zakatnya.

8. Zakat harta rikaz
Rikaz (harta terpendam) adalah harta seperti emas, perak, dan harta lainnya yang terpendam sejak zaman dahulu (harta karun) yang ditemukan di dasar laut. Apabila harta seperti itu ditemukan maka orang yang menemukan wajib mengeluarkan zakat sebesar 20% dari harta tersebut. Zakat barang ini tidak disyaratkan harus satu tahun kepemilikan terlebih dahulu.

9. Zakat surat-surat berharga, saham, dan sukuk
Zakat saham dianalogikan pada zakat perdagangan, atau zakat emas dan perak, baik secara nisab maupun besaran jumlah harta yang mesti dikeluarkan. Apabila perusahaan telah mengeluarkan zakatnya sebelum keuntungan dibagikan kepada para pemegang saham maka para pemegang saham tidak perlu lagi mengeluarkan zakatnya.

10. Zakat perusahaan
Zakat perusahaan ini dianalogikan dengan zakat perdagangan karena dipandang dari aspek legal dan ekonomi, kegiatan sebuah perusahaan intinya berpijak pada kegiatan perdagangan. Oleh karena itu, secara umum, pola pembayaran dan perhitungan zakatnya sama dengan zakat perdagangan, baik dari segi nisab, kadar zakatnya, dan waktu pengeluarannya.

11. Zakat investasi properti (perumahan, pabrik, gedung, dan yang sejenisnya) 
Zakat jenis ini juga dianalogikan dengan zakat perdagangan karena kegiatan menyewakan gedung, alat-alat transportasi dan yang lainnya merupakan kegiatan perdagangan yang bertujuan mencari keuntungan. Oleh karena itu, nisab zakatnya adalah senilai 85 gram emas, dengan kadar zakatnya 2,5% dari hasil sewa-menyewa (tidak termasuk gedung yang disewakan atau alat transportasi yang digunakan) setelah dikurangi berbagai  biaya yang diperlukan dan dikeluarkan zakatnya setiap tahun.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD