Dalam pidato pembukaan WAIC 2026, Presiden Xi Jinping menggarisbawahi bahwa lompatan teknologi AI wajib dijadikan instrumen pemacu kesejahteraan umat manusia dan penggerak kemajuan lintas negara.
Presiden Xi menegaskan bahwa penguasaan teknologi mutakhir ini tidak boleh dimonopoli oleh satu kekuatan negara tertentu, melainkan harus dikelola lewat kemitraan global yang setara.
“Pengembangan AI tidak seharusnya menjadi ‘a solo performance’ oleh satu negara, melainkan ‘a symphony of global collaboration',” ungkap Presiden Xi.
Untuk merealisasikan visi besar itu, platform AI berbasis open source akan segera dikembangkan agar dapat diakses dan dipertebal secara kolaboratif oleh seluruh negara.
Selain itu, dalam kurun waktu lima tahun ke depan, Pemerintah China berkomitmen melakukan program peningkatan kapasitas digital berskala masif yang menyasar jutaan peserta dari berbagai negara untuk mengikis jurang kesenjangan teknologi.