Dalam skenario kedua, AI mendorong ekonomi AS secara substansial.
Berdasarkan skenario itu, produk domestik bruto naik 8,3 persen per tahun, lapangan kerja kognitif turun 3,9 persen, dan pengangguran di kalangan pekerja kantoran naik menjadi 4,5 persen.
Skenario ketiga melihat AI mendorong ekonomi Negeri Paman Sam tersebut secara masif.
Dalam skenario ini, pertumbuhan ekonomi tahunan mencapai 15,4 persen dan PDB akan berlipat ganda kira-kira setiap empat setengah tahun.
Namun, lapangan kerja kognitif anjlok sebesar 21,5 persen, tingkat pengangguran di antara pekerja tersebut mencapai 17,9 persen, dan pengangguran di seluruh angkatan kerja mencapai 11,9 persen, lebih buruk daripada saat resesi. (Wahyu Dwi Anggoro)