sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Begini Cara Adopsi AI yang Etis dan Efisien ke Bisnis agar Tak Jadi Ancaman

Technology editor Michelle Natalia
13/12/2023 16:10 WIB
Artificial Intelligence (AI) menawarkan sejumlah peluang dan potensi yang dapat dimanfaatkan dalam proses akuntansi.
Artificial Intelligence (AI) menawarkan sejumlah peluang dan potensi yang dapat dimanfaatkan dalam proses akuntansi. (Michelle Natalia/MPI)
Artificial Intelligence (AI) menawarkan sejumlah peluang dan potensi yang dapat dimanfaatkan dalam proses akuntansi. (Michelle Natalia/MPI)

IDXChannel - Artificial Intelligence (AI) menawarkan sejumlah peluang dan potensi yang dapat dimanfaatkan dalam proses akuntansi. Sehingga, keberadaan AI seharusnya bukanlah sebagai suatu kemajuan teknologi yang mengancam profesi para akuntan.

"AI menghadirkan proses yang lebih cepat, efektif, dan efisien," kata Direktur sekaligus Chief Financial Officer PT Tunas Ridean, Andrew Ling dalam Seminar Internasional HUT ke-66 IAI Tahun 2023 bertemakan “Exciting Growth of Accounting Profession: Then, Now, and After” di Jakarta, Rabu (13/12/2023). 

"Percepatan transisi ini kemudian meningkatkan permintaan dan tuntutan ke tim keuangan untuk merekonstruksi tugas dan pola kerjanya, jadi sebenarnya di sini AI berperan sebagai enabler dari kapabilitas, tetapi juga sebagai konverter atau pengubah nilai," katanya.

Hanya saja, untuk mengoptimalkan penggunaannya, tentu adopsi AI memerlukan sebuah lingkup akuntabilitas atau pertanggungjawaban. 

Maka dari itu, tim keuangan memegang peran penting untuk memastikan bahwa model AI digunakan secara etis dan efisien dalam badan organisasi atau bisnis, melalui lima cara.

"Pertama adalah visi yang strategis, dengan menyelaraskan kapabilitas AI dengan strategi organisasi. Kedua, melalui people, process, culture dengan membagikan praktik terbaik AI ke seluruh anggota badan/lembaga/organisasi," sambung Andrew.

Ketiga, melalui risk and compliance, dengan memastikan para tim penanganan risiko berkolaborasi dengan tim teknologi untuk mengatur AI. Keempat, adalah melalui investment financing, karena investasi AI mengandung ketidakpastian, maka fleksibilitas finansial untuk mendukung percobaan adalah kunci.

"Yang kelima adalah data governance, karena data governance ini menjadi kunci untuk memastikan penggunaan AI secara etis dan juga kepatuhan terhadap persyaratan legal," kata Andrew.

(NIY)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement