sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

China Peringatkan AI Tak Boleh Didominasi Satu Negara Saja

Technology editor Wahyu Dwi Anggoro
17/07/2026 18:03 WIB
Presiden China Xi Jinping mengatakan bahwa kecerdasan buatan (AI) tidak boleh didominasi oleh satu negara saja.
China Peringatkan AI Tak Boleh Didominasi Satu Negara Saja. (Foto: Xinhua)
China Peringatkan AI Tak Boleh Didominasi Satu Negara Saja. (Foto: Xinhua)

IDXChannel - Presiden China Xi Jinping mengatakan bahwa kecerdasan buatan (AI) tidak boleh didominasi oleh satu negara saja.

Dilansir dari AFP pada Jumat (17/7/202), dia menyerukan kerja sama internasional yang lebih besar dalam pengembangan dan tata kelola AI. 

Pernyataannya muncul di tengah persaingan antara perusahaan AI China dan AS, serta meluasnya kekhawatiran atas penyalahgunaan AI di bidang militer, siber, dan terorisme.

"Pengembangan AI seharusnya bukan pertunjukan solo oleh satu negara, tetapi simfoni kerja sama internasional," kata Xi pada pembukaan Konferensi Kecerdasan Buatan Dunia (WAIC) di Shanghai hari ini.

 “Kita harus bersama-sama menentang penyalahgunaan konsep keamanan nasional di bidang AI, di mana keamanan satu negara ditempatkan di atas keamanan negara lain,” ujar Xi.

AS dan Uni Eropa telah memberlakukan pembatasan perdaganhan teknologi dengan China dengan alasan kekhawatiran keamanan nasional.

WAIC yang akan berlangsung selama empat hari ini menarik lebih dari 1.000 perusahaan teknologi China. Sekitar 3.000 produk dipamerkan, mulai dari sistem semikonduktor canggih untuk komputasi AI hingga ponsel pintar yang dapat menjalankan aplikasi secara otomatis.

Namun, perhatian pertama tertuju pada visi Xi tentang bagaimana dunia harus menangani potensi dampak AI terhadap keamanan siber dan konflik, serta terhadap lapangan kerja dan ekonomi dunia.

 “Kita harus memberlakukan undang-undang dan peraturan, pemantauan teknologi, sistem peringatan dini, dan sistem tanggap darurat, untuk  memastikan AI selalu berada di bawah kendali manusia,” kata Xi kepada konferensi tersebut.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan perwakilan dari 29 negara termasuk Rusia, Pakistan, dan Indonesia menandatangani perjanjian yang membentuk kelompok kerja sama AI antar pemerintah.

Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Buatan Dunia (WAICO), yang berkantor pusat di Shanghai bertujuan untuk mempromosikan konsultasi dan kolaborasi antar anggota untuk memastikan perkembangan AI yang sehat. (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement