IDXChannel - Ekspor BYD naik 65 persen pada Maret 2026. Lonjakan harga minyak akibat perang Iran meningkatkan permintaan mobil listrik.
Produsen mobil tersebut mengatakan penjualan di luar China mencapai 120.083 unit pada Maret, tertinggi dalam tiga bulan.
Namun, total penjualan BYD tetap turun sekitar 20 persen bulan lalu, penurunan bulanan ketujuh secara berturut-turut.
Meski total penjualan turun, angkanya berhasil mengungguli Geely yang penjualannya melampaui BYD pada dua bulan pertama tahun ini.
Dilansir dari Bloomberg pada Kamis (2/4/2026), data ini menggarisbawahi tantangan yang dihadapi BYD, yang sangat bergantung pada ekspornya untuk mengimbangi penurunan penjualan di China.
"Untuk penjualan BYD di luar negeri, pertumbuhan akan bergantung pada seberapa cepat pabrik-pabrik barunya di Hongaria, Thailand, dan Brasil meningkatkan produksi, dan berapa banyak volume yang dapat dilokalisasi daripada diekspor dari China," kata Analis Senior Omdia Chris Liu.
BYD mengisyaratkan bahwa pihaknya yakin ekspor akan mencapai 1,5 juta kendaraan pada 2026, naik dari target sebelumnya sebesar 1,3 juta unit. (Wahyu Dwi Anggoro)