sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Elon Musk di Ambang Sejarah Jadi Triliuner Pertama di Dunia

Technology editor Tim IDXChannel
12/06/2026 11:37 WIB
Elon Musk bakal dinobatkan sebagai triliuner (dalam mata uang USD) pertama di dunia.
Elon Musk  di Ambang Sejarah Jadi Triliuner Pertama di Dunia. (Foto: US Air Force)
Elon Musk di Ambang Sejarah Jadi Triliuner Pertama di Dunia. (Foto: US Air Force)

IDXChannelElon Musk bakal dinobatkan sebagai triliuner (dalam mata uang USD) pertama di dunia.

Dilansir dari CNA pada Jumat (12/6/2026), rekor tersebut akan dicapai melalui penawaran umum perdana (IPO) perusahaan roketnya, SpaceX yang akan dilakukan di Amerika Serikat (AS) hari ini.

Perusahaan roket, satelit, dan kecerdasan buatan (AI) tersebut diprediksi meraup dana segar sebesar USD75 miliar (sekitar Rp1.342,5 triliun), dengan valuasi sebesar USD1,77 triliun (sekitar Rp31.683 triliun).

Sebelum IPO, Forbes mencatat kekayaan bersih Musk berada di angka USD780 miliar (sekitar Rp13.962 triliun)—jauh melampaui pendiri Alphabet, Larry Page, yang berada di posisi kedua.

"Orang terkaya kedua di dunia biasanya berada di kisaran USD300 miliar, atau kurang dari sepertiga potensi kekayaan Musk saat ini. Sepanjang sejarah, hanya Larry Ellison (pendiri Oracle) yang pernah menyentuh angka USD400 miliar (sekitar Rp7.160 triliun)," ujar Matt Durot, Deputy Editor Forbes Wealth, dikutip dari CNA (12/6/2026).

Pasca-IPO, kepemilikan saham Musk di SpaceX bernilai sekitar USD866 miliar (sekitar Rp15.498,4 triliun). Jika diakumulasikan dengan saham Tesla dan aset lainnya, kekayaan bersih Musk diproyeksikan menembus USD1,1 triliun (sekitar Rp19.690 triliun) saat saham SpaceX mulai diperdagangkan secara resmi.

Manuver Musk di panggung politik tidak selalu mulus. Keterlibatannya dalam Department of Government Efficiency (DOGE) di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump menuai kontroversi. Dampak politik ini bahkan sempat memicu aksi boikot konsumen yang berujung pada melemahnya penjualan mobil listrik Tesla di sejumlah pasar internasional pada 2025.

Namun, di mata investor, hal tersebut melahirkan fenomena yang disebut "Elon Premium"—sebuah kondisi di mana valuasi perusahaan melonjak bukan hanya karena metrik keuangan tradisional, melainkan karena besarnya kepercayaan pasar terhadap visi Musk.

"Sama seperti Tesla, berinvestasi di SpaceX adalah pertaruhan atas nama Elon Musk. Valuasi yang mencapai USD1,5 triliun (sekitar Rp26.850 triliun) hingga USD2 triliun (sekitar Rp35.800 triliun) jelas mengabaikan metodologi valuasi tradisional," kata Matt Kennedy, Senior Strategist di Renaissance Capital. (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement