Pasca-IPO, kepemilikan saham Musk di SpaceX bernilai sekitar USD866 miliar (sekitar Rp15.498,4 triliun). Jika diakumulasikan dengan saham Tesla dan aset lainnya, kekayaan bersih Musk diproyeksikan menembus USD1,1 triliun (sekitar Rp19.690 triliun) saat saham SpaceX mulai diperdagangkan secara resmi.
Manuver Musk di panggung politik tidak selalu mulus. Keterlibatannya dalam Department of Government Efficiency (DOGE) di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump menuai kontroversi. Dampak politik ini bahkan sempat memicu aksi boikot konsumen yang berujung pada melemahnya penjualan mobil listrik Tesla di sejumlah pasar internasional pada 2025.
Namun, di mata investor, hal tersebut melahirkan fenomena yang disebut "Elon Premium"—sebuah kondisi di mana valuasi perusahaan melonjak bukan hanya karena metrik keuangan tradisional, melainkan karena besarnya kepercayaan pasar terhadap visi Musk.
"Sama seperti Tesla, berinvestasi di SpaceX adalah pertaruhan atas nama Elon Musk. Valuasi yang mencapai USD1,5 triliun (sekitar Rp26.850 triliun) hingga USD2 triliun (sekitar Rp35.800 triliun) jelas mengabaikan metodologi valuasi tradisional," kata Matt Kennedy, Senior Strategist di Renaissance Capital. (Wahyu Dwi Anggoro)