IDXChannel - Jutaan situs internet menghadapi ancaman keamanan siber setelah kerentanan ditemukan dalam bahasa pemrograman PHP.
Dilansir dari Newsweek pada Kamis (22/10/2026), lembaga riset Wiz Research dan Calif menemukan kerentanan tersebut dengan bantuan kecerdasan buatan (AI).
PHP digunakan oleh sekitar 70 persen situs internet di seluruh dunia, meskipun hal itu tidak berarti semuanya terancam kerentanan ini.
“Mulai sekarang, semua organisasi yang menggunakan PHP untuk sistem mereka disarankan untuk bersiap melakukan pembaruan guna mengatasi dua kerentanan kritis,” kata Divisi Keamanan Siber Badan Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat (AS) dalam sebuah unggahan di X pada Rabu.
“Kerentanan ini menyediakan jalur langsung ke sistem file atau basis data server. Jika pembaruan segera tidak memungkinkan, disarankan agar organisasi menonaktifkan sistem hingga isu ini dapat sepenuhnya diatasi," katanya.
Penemuan ini juga menarik perhatian karena AI memainkan peran penting. Wiz Research menggunakan beberapa model AI saat mengidentifikasi dan membantu memperbaiki kerentanan.
Bagi pengguna internet biasa, kerentanan yang dinamakan PHP2Shell ini merupakan ancaman bagi situs dan server yang mereka andalkan. Ini bukan kerentanan yang dapat mereka perbaiki langsung di ponsel atau komputer mereka.
Wiz Research mengatakan bahwa celah keamanan tersebut dapat memungkinkan penyerang yang tidak terautentikasi untuk mengeksekusi kode atau membaca memori proses sensitif yang berisi informasi seperti kata sandi, token autentikasi, API key, dan sertifikat.
Beberapa platform situs web terkenal di internet bergantung pada PHP. WordPress berjalan di PHP, begitu pula Drupal dan Joomla. Wikipedia adalah contoh penting lainnya. (Wahyu Dwi Anggoro)