sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Perusahaan China Diminta Berhenti Gunakan Software Keamanan Siber Buatan AS dan Israel

Technology editor Febrina Ratna Iskana
15/01/2026 10:07 WIB
Otoritas China meminta perusahaan-perusahaan di negara tersebut untuk berhenti menggunakan software keamanan siber buatan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Perusahaan China Diminta Berhenti Gunakan Software Keamanan Siber Buatan AS dan Israel. (Foto: Dok. Freepik)
Perusahaan China Diminta Berhenti Gunakan Software Keamanan Siber Buatan AS dan Israel. (Foto: Dok. Freepik)

IDXChannel – Otoritas China meminta perusahaan-perusahaan di negara tersebut untuk berhenti menggunakan software keamanan siber buatan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Pihak berwenang China mengambil langkah tersebut karena adanya kekhawatiran keamanan nasional, kata tiga orang yang mengetahui masalah tersebut seperti dilansir dari Reuters, Kamis (15/1/2026).

Seiring meningkatnya ketegangan perdagangan dan diplomatik antara China dan AS dan kedua belah pihak bersaing untuk kemajuan teknologi, Beijing sangat ingin mengganti teknologi buatan Barat dengan alternatif domestik.

Perusahaan-perusahaan AS yang perangkat lunak keamanan sibernya telah dilarang termasuk VMware milik Broadcom, Palo Alto Networks, dan Fortinet, sementara perusahaan-perusahaan Israel termasuk Check Point Software Technologies, kata dua sumber.

Sumber ketiga mengatakan perusahaan lain yang perangkat lunaknya dilarang termasuk Mandiant milik Alphabet dan Wiz, yang pembeliannya diumumkan Alphabet tahun lalu, serta perusahaan-perusahaan AS CrowdStrike, SentinelOne, Recorded Future, McAfee, Claroty, dan Rapid7.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement