sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Perusahaan China Diminta Berhenti Gunakan Software Keamanan Siber Buatan AS dan Israel

Technology editor Febrina Ratna Iskana
15/01/2026 10:07 WIB
Otoritas China meminta perusahaan-perusahaan di negara tersebut untuk berhenti menggunakan software keamanan siber buatan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Perusahaan China Diminta Berhenti Gunakan Software Keamanan Siber Buatan AS dan Israel. (Foto: Dok. Freepik)
Perusahaan China Diminta Berhenti Gunakan Software Keamanan Siber Buatan AS dan Israel. (Foto: Dok. Freepik)

Perusahaan Israel CyberArk, yang pembeliannya diumumkan oleh Palo Alto tahun lalu, juga termasuk dalam daftar tersebut, begitu pula Orca Security dan Cato Networks, dua perusahaan Israel, dan Imperva, yang dibeli oleh perusahaan pertahanan Prancis Thales pada 2023.

Recorded Future mengatakan dalam sebuah email bahwa mereka tidak melakukan bisnis di China dan tidak berniat untuk melakukannya. McAfee mengatakan bahwa mereka merupakan perusahaan yang berfokus pada konsumen yang teknologinya tidak dibangun untuk penggunaan pemerintah atau perusahaan.

Sementara itu, CrowdStrike mengatakan bahwa mereka tidak menjual software di China dan tidak memiliki kantor, mempekerjakan orang, atau menampung infrastruktur di sana, dan karenanya hanya akan terpengaruh secara minimal terhadap kebijakan tersebut.

Adapun SentinelOne mengatakan bahwa mereka tidak memiliki paparan pendapatan langsung ke China dengan alasan yang serupa.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement