Kemenkes saat ini menerapkan sejumlah standar pertukaran data kesehatan agar informasi dari berbagai sistem tetap dapat dibaca dan diproses secara konsisten. Standar tersebut antara lain HL7 dan FHIR untuk data kesehatan, LOINC untuk data laboratorium, serta DICOM untuk data radiologi.
“Sistemnya boleh berbeda tapi standarnya sama. Sehingga ini menjamin data yang dikirimkan ke Kementerian Kesehatan itu juga memang memiliki kualitas yang setara,” kata Eko.
Pengembangan AI di bidang kesehatan juga tidak berhenti pada pemeriksaan gambar. Eko menyebut teknologi tersebut berpotensi digunakan untuk berbagai kebutuhan lain, termasuk memantau hasil program pemeriksaan kesehatan dan mengelola ketersediaan logistik medis.
Dalam program Cek Kesehatan Gratis, misalnya, data hasil skrining yang terkumpul dapat dianalisis untuk membantu pemerintah mengetahui tindak lanjut yang dibutuhkan pasien.
Di sisi logistik, AI juga berpotensi membantu mendeteksi ketersediaan alat kesehatan dan bahan medis habis pakai ketika stok mulai menipis, sehingga proses pengadaan maupun distribusi dapat dilakukan lebih cepat.