Para analis sebelumnya memperkirakan BYD bakal menghadapi kondisi bisnis yang lebih menantang di masa depan, terutama karena ketatnya persaingan di China dan hambatan perdagangan di luar negeri.
Namun, harga minyak dan bensin yang lebih tinggi karena perang Iran mulai menghidupkan kembali minat pada energi terbarukan.
Menurut para analis, peningkatan teknologi yang signifikan bisa menjadi kunci untuk mendominasi pasar. Pada awal Maret, BYD meluncurkan generasi baru baterai EV "blade" yang dapat mencapai pengisian daya hampir penuh dalam sembilan menit. (Wahyu Dwi Anggoro)